
“Yuk nonton,“ ajak Antony.
“Apaan?“ tanya Claudia.
“Banjir.“
“Yah banjir ditonton.“
“Eh rame tahu.“
__ADS_1
Merekapun berangkat sembari berboncengan ke lokasi banjir.
Setelah sampai, “lihat kan. Sudah ramai disini. Ada yang nyari ikan. Ada yang bawa pancing. Dan ada yang cuma melihat motor mati atau hanyut.“
Claudia juga senang. Disitu sudah terkumpul banyak orang. Ada yang memang sengaja Cuma mau menonton. Ada yang ingin melintas, tapi jalanan tergenang, makanya menunggu surut. Sebab paling dalam beberapa jam akan surut airnya. Namun terkadang kalau masih hujan, ditunggu sampai delapa jam juga belum tentu reda arus banjirnya itu.
“Ih dapat ikan,“ ujar Claudia melihat pada tepian sungai di arah yang tergenang air ada orang yang asik saja sembari membawa seser, atau alat penangkap ikan yang bentuknya seperti ayakan segitiga, dengan jaring rapat dibawahnya, tengah menunggu di sisi sungai sembari tangannya berpegangan pada pegangan jembatan. Dan tangan satunya memegangi seser itu. Sesekali Nampak melintas ikan-ikan yang tengah berjuang menggapai ujung aliran. Ikan-ikan ini tengah berjuang sedapatnya. Tidak harus pada hulu. Tetapi kebanyakan mengejar pada ujung dari aliran air tersebut. Sebab jika mencapai hulu sungai, maka akan jauh sekali. Sementara di sini hanya ujung dari aliran air akibat hujan deras sehari semalam yang membuat daerah itu tergenang. Pada bagian ujung itulah ikan tak lagi bisa menanjak. Dan berikutnya bakalan kena jebakan, atau justru akan berhasil menelurkan telor yang banyak dihasilkannya. Sehingga tak jarang banyak sekali rombongan ikan yang dating bersama-sama demi memanfaatkan datangnya air. Dan tak jarang untuk banjir berikutnya dalam satu atau dua hari, sudah tak banyak ikan, sebab ikan itu secara naluri akan memanfaatkan kedatangan air, sehingga berusaha membuat keturunan yang banyak, agar nantinya akan ada generasi berikutnya yang mewarnai bumi.
“Eh itu motor hanyut!” Nampak ada orang yang mencoba melintasinya. Beberapa ada yang berhasil. Namun sementara pihak gagal. Karena arusnya deras, dan juga dalam akibat jalan tidak rata. Bahkan beberapa yang ringan sampai terseret arus hingga masuk ke sungai. Untung ada pohon kuat yang mampu menahannya. Hingga kendaraan kecil tersebut tak sampai masuk ke lubang dalam sungai yang membuatnya lenyap untuk tak bisa di lihat. Dan akan semakin parah andai malah terseret arus sampai ke hilir sungai. Andai sudah demikian maka akan kesulitan. Meskipun kebanyakan orang akan dengan senang hati menolong orang itu untuk menaikkan kembali kendaraannya ke jalan yang telah bebas.
__ADS_1
“Ih di pantau pesawat.“ Nampak di atas mereka beberapa kali lewat benda yang bisa terbang itu.
“ Iya. Itu copter bolak -balik memantau terus.“ Mereka terus memandang hal aneh tersebut. Nampak kendaraan sangat mahal itu terus saja berputar-putar diatas mereka. Sesekali menjauh, kemudian balik lagi. Begitu dilakukan berulang kali.
“Ah nyuci roda ah.” Ada yang memanfaatkan air yang banyak tersebut untuk satu kegiatan anehnya. “ Lumayan bersih.“
“ Asik aja luh. Yang lain repot malahan mencuci motor.“
“Kan lumayan.“ Hanya dengan mengelapnya sebentar sudah beres. Sesekali kendaraan di hidupkan, kemudian dengan standar dua, maka di gas kuat-kuat sehingga roda berputar deras dalam air sehingga air bercipratan membasahi di seputar roda untuk membuat roda tersebut mengkilap sembari menjadi tontonan aneh.
__ADS_1
“ Entar sampai rumah juga kotor lagi lu.“