Senja Muram

Senja Muram
Lagi


__ADS_3

Esoknya ada kabar mengerikan lagi. Tentu saja mengenai desa misterius itu dengan banyak kejadian dan berbagai persoalan yang kini tengah terjadi. Desa yang sepi, kini bertambah semakin sepi saja. Kesunyiannya bertambah mencekam. Dengan banyak nya korban yang terus bermunculan.


Di jalan ada yang terpenggal lagi. Itu kabar terbaru yang kali ini didengar serta menjadi tambah pemikiran buat mereka semua. Untuk kali ini berarti semakin banyak yang menjadi persembahan bagi mahluk pemenggal itu.


“Kepalanya sampai hilang?“ tanya Claudia. Selama ini, itu yang dia butuhkan. Menjadi tambahan data. Dan yang dikejar si mahluk adalah bagian tersebut. Dimana tubuh para korban biasanya masih ada. Tertinggal begitu saja di tepi sungai. Dan kepalanya yang lenyap. Atau karena si mahluk tak kuasa menghabiskan semuanya, jadi cukup kepalanya saja yang menjadi santapan nikmat. Dan kalau lapar, maka tubuh tersebut akan diulangi lagi guna di habiskan nya. Itu semua hanya dugaannya yang semakin lama semakin merasa ngeri.

__ADS_1


“Tidak. Kali ini tidak hilang. Hanya terputus saja dan semua organ tubuh nya masih bisa ditemukan disekitar lokasi tersebut,“ terang Antony. Dia juga semakin kebingungan dengan adanya banyak korban yang terus berjatuhan.


Namanya juga desa algojo, semakin ngeri. Semakin banyak saja yang dibawa mahluk itu. Semakin ada saja yang kena putus kepala nya. Sebagai pertanda kalau mahluk itu terus meraja lela dan terus berusaha memenggal siapa saja yang berhasil ditangkapnya.


Sampai begitu mengerikan pada korban. Tapi anehnya hampir tak ada yang diambil dari dia, karena kendaraan juga masih ada. Pakaian dan peralatannya juga masih lengkap. Namun pada diri si korban juga tak ditemukan apa –apa yang sebelumnya dia bawa dari rumah. Semakin ngeri buat si mahluk. Yang bisa jadi dia hanya mengincar kepala buat dimangsa nya tanpa perlu dan butuh segala harta benda milik korbannya. Barangkali karena semua materi itu tak dibutuhkan di negeri nya. Atau hanya menjadi beban kalau mesti dibawa benda yang juga tak bisa dianggap enteng. Berat banget.

__ADS_1


“Bertambah saja ya, yang mesti dipikirkan,“ ujar Claud melihat kenyataan, bukannya semakin terbuka kasus, tapi malahan semakin banyak yang terjadi.


Si mahluk semakin meraja lela dia bakalan menjadikan semua korban baginya, yang menambah seramnya suasana untuk mencekamnya daerah tersebut.


“Begitu ganas dia.“ Si Claudia semakin merasa tak nyaman berada di situ terus hingga jadi sangat ingin pulang saja. Nanti bisa mandi puas-puas agar pikirannya dingin kembali. Lalu makan dengan lahap masakan emak nya yang sangat dia sukai. “Makanya segera kau kuak atas nama siapa kek. Kakek lu atau siapa, agar kita secepatnya meninggalkan tempat seram ini. Atau bahkan nanti kita yang berikutnya jadi korban. Aku akan dijadikan kodok, dan kau dijadikan kecil seperti anak-anak. Itu kan gawat.“

__ADS_1


__ADS_2