Senja Muram

Senja Muram
Pengungkapan


__ADS_3

Mereka kini ke rumah kakaknya De La Cruz akan membicarakan segala sesuatu yang sudah mereka dapatkan selama mereka di sini.


Orangnya duduk santai pada suatu kursi yang mungkin sudah menjadi kebiasaannya dia duduk seperti itu pada ruang tersebut pada suatu ruangan yang khusus dan unik ini hanya dia sendirian saja tak ada yang lain. Tidak juga dengan Trajan.


“Sudah ketemu?“ tanya Dia pada para tamu yang kebetulan teman-teman adiknya yang memang di suruh membantunya menguak kejadian itu.

__ADS_1


“Ya...“ kata Antony dengan pasti dan kali ini nampaknya sudah tak ada kebingungan lagi untuk menangkap sang pelaku. “Anda kan?“


“Lo, Dia?“ kata Claudia kaget yang sedari awal sudah dibuat pusing serta ngeri akan suasana alam yang baru dikenalnya kini bertambah lagi.


“Iya. Siapa lagi?“ Jelas Antony yang sudah tak ragu dan mesti memberi tahu kalau yang salah nyata-nyata salah. Memang terkadang sesuatu itu membuatnya tak yakin. Juga pada sesuatu yang dikiranya bukan, maka untuk mengungkapkan kebenaran terkadang sulit. Hal ini bisa berubah kacau. Jika semua tertutup pada sebuah hal yang tak mungkin. Juga akan satu tokoh yang semula orang dekat, akan kesulitan mengatakannya. Juga untuk satu kebenaran yang tak sanggup dikatakan. Semua terkadang hanya menunggu waktu. Walau terkesan bertele-tele, namun waktu yang tepat bakalan menjadi hal yang mungkin melegakan semua pihak.

__ADS_1


“Maunya?“ tanya Antony tak paham dengan apa yang diinginkan gadis itu pada keinginan kali ini.


“Kalau dia sih, waktu De La Cruz bilang harusnya kau tunjuk saja langsung dia. Jadi kita tak harus berhadapan dengan hal mengerikan mahluk pemenggal kepala juga hal mengerikan lainnya,“ terang si Claudia yang mesti ketakutan sepanjang berada di tempat tersebut. Akan mahluk mengerikan, juga petualangan lainnya yang berhubungan dengan misteri yang saat tersebut belum langsung diketahui. Meskipun demikian dia kali ini merasa lega, mengetahui apa yang terjadi, juga kemungkinan akan kembali lebih cepat. Sudah tak kerasan rasanya terus berada di tempat yang misterinya tak kunjung terselesaikan. Kalau bisa mesti ditinggalkan semuanya se segera mungkin. Sehingga pekerjaan di rumah juga akan segera dilakukan kembali dengan penyelesaian yang sudah semestinya.


“Waktu dia bilang minta tolong, maksudmu?“

__ADS_1


“Iya. Waktu kalian masih di sekolah dulu. Dia kan bilang kakaknya ada dalam masalah. Kan kita tak perlu kemari jadinya,“ ujar Claudia beranggapan jika dahulu langsung sudah ketahuan, tentu mereka tak mendatangi tempat yang jauh dari emak bapak nya. Sehingga kala ketakutan bisa mengeluh. Disini siapa lagi yang mesti diminyai tolong, sementara semua orang yang dekat dengannya jaraknya demikian jauh. Sudah itu berat di ongkos pula.


__ADS_2