
“Ada yang asik nih.“
“Apa?“
“Jagung bakar.“ Tidak harus malam kalau menikmati hal demikian. Walau akan semakin nikmat jika dimakan pada malam hari. Karena cuaca dingin, lalu bisa dengan mudah mendapatkannya. Bahkan mengolahnya menjadi masakan matang. Hal itu tentu berbeda dengan makan biasa yang mesti lama menanak nasi atau membuat lauk.
“Wih enak.“
__ADS_1
“Dengan jagung manis, hanya ditaruh ke bara terus di oles margarin. Dibakar lagi, lalu di oles lagi dengan margarin dan bumbu penyedap. Semakin enak rasanya.”Memang banyak variasi lain yang bisa dilakukan pada satu bentuk makanan demikian saja. Dimana akan bisa menikmati satu bahan dasar itu menjadi berbagai bentuk, sehingga kebutuhannya pun akan semakin komplek. Sebut saja jagung kalau hanya direbus, maka akan jadi semacam nasi untuk sarapan. Kalau dibuat popcorn maka bisa jadi cemilan dan jika digiling lalu digoreng maka akan jadi lauk. Itu semua bentukan yang terbuat akan kreasi manusia dimana menginginkan variasi dalam mengunakannya. Sehingga nanti bisa menjadi fungsi yang berbeda. Dan terkadang kalau tak punya apa-apa maka bentuk dari bahan dasar sama itu mejadi berbagai macam makanan yang berbeda kepentingan.
“Nah makannya sambil melihat bulan. “
“Itu kalau malam.“ Memang dalam temaram bulan yang bulat sempurna di atas sana yang semakin lama semakin kecil. Maka cahayanya demikian terang, seperti siang, hanya tidak panas. Katanya Cuma memantulkan sinar saja. Kalau matahari cahaya sendiri. Itu berarti bila bulan tepat diatas yang juga sedikit hangat, karena dalam memantulkan cahaya juga lumayan kuat.
“Lebih baik di danau.“ Hampir sama sih dengan sungai. Kalau sungai itu lebar, mungkin selebar danau, serta jarak pandangnya juga sama. Tapi kalau sungainya pendek, walau dalam sekali, tetap saja, di tepiannya banyak tebing karang atau justru pepohonan yang menghalangi pandangan. Sehingga jarak pandang itu seakan sempit saja. Beda dengan danau, diman tanah itu Nampak sangat luas,
__ADS_1
“Sembari mancing.“
“Atau pada rawa.“ Rawa dan danau sebetulnya sama saja. Berbeda untuk waduk. Sebab itu buatan manusia. Walau seluas danau. Kalau rawa itu karena cekungan yang tak dalam namun bisa luas. Dan sulit di tanami karena masih banyak kandungan airnya yang tak baik untuk tanaman. Walau demikian masih ada tanaman yang bisa tumbuh, karena tanaman itu merupakan tumbuhan air. Dimana akarnya masih menjangkau tanah. Namun jika danau terbentuk secara alamiah luas dan juga dalam, sehingga dengan melihat hal ini saja sudah jadi patokan akan bedanya rawa dan danau. Dimana rawa tak begitu dalam, bahkan terkadang masih bisa dilalui orang. Hanya saja masih bisa menyimpan air hingga waktu yang lumayan panjang sampai panas matahari ikut membantu penguapannya.
“Terperosok nanti.“ Karena tanah yang selalu kena air, maka akan gembur. Dan itu tak mampu menopang berat tubuh kita. Sehingga akan masuk sampai kedalaman dimana tanah sudah sanggup untuk menahan masuknya tubuh. Sedalam itu tubuh terperosoknya.
“Tapi kan asik. “
__ADS_1