
“Lagi ngapain?“ tanya Claudia saat datang ke rumah Antony. Disana nenek senja juga tengah melakukan kegiatannya. Sementara dilihatnya pemuda itu tengah berencana mau melakukan sesuatu nampaknya.
“Ini mau beli sepeda. Yang tiga juta lebih enam ratus itu,“ ujar Antony. Dia keingat saat temannya bicara jika akan ada orang jauh mau berkunjung. Dan salah satu acaranya adalah hendak berolah raga sepeda sehat. Dan sebagai usaha menyehatkan itulah. Maka dia berpikir kalau punya sepeda akan lebih nyaman. Tak harus ribut meminjam ke tetangga sebelah atau dua belah. Setidaknya suatu saat juga bisa dipakai lagi. Kalau teman-teman akan naik sepeda hingga ke ujung selatan bumi. Atau naik-naik ke puncak hutan. Walau jauh akan nikmat rasanya. Jika dibandingkan hanya di rumah saja yang selalu bertemu dengan itu-itu saja yang tak bisa berupah ccepat. Kalau di luaran kan ada pemandangan. Ada misteri. Juga apa yang tersaji secara alami namun jarang dilihat. Sekeil apapun itu, kalau belum pernah terlihat akan nampak asik. Bahkan untuk kemudian bisa menjadi sebuah kenangan.
“O.“
Claudia hanya terdiam. Mau bagaimana lagi. Mungkin dia sudah meminta sama ayahnya supaya dibelikan sepeda yang sangat keren itu. Atau uang tabungannya sudah mencukupi dan bisa membelinya sendiri. Juga bisa berhutang piutang untuk membantu agar organisasi itu tidak naik turun di tiap tahunnya. Namun selalu mendapat laba yang nantinya bisa di bagi rata sesama anggota dengan tiap tahunnya naik. Serta bisa memberi hardiah doorprize pada anggotanya. Serta buat ranggota yang paling rajin akan mendapat dua atau tiga hadiah yang berbeda. Sehingga menambah motivasi yang lain supaya lebih rajin. Rajin hutang.
__ADS_1
“Tapi kan ada dua sepeda di rumah.“
“Ya kan rusak.“
“Lumayan kalau diperbaiki, mengirit.“ Antony berubah pikir. Nampaknya sangat sayang uang sebanyak itu untuk membeli yang baru. Karena masih ada yang lama. Untuk apa beli yang baru kalau lama juga masih layak. Itu pikirnya. Sehingga ada keinginan untuk membuatnya lebih baik. Tak harus teronggok selalu dalam ruang di belakang sana berteman dengan benda-benda berserakan lainnya. Bukankah kemudian juga akan sama-sama dipakai. Dan melewati jalan yang sama. Belum tentu bagus. Juga banyak yang terbengkalai. Sebab jalanan desa, demikian. Ada yang sudah bagus. Dan banyak yang belum. Yang sudah mendapat pengerjaan, maka bakalan di aspala atau bahkan di cor yang biayanya tak murah. Namun yang belum, maka akan dibiarkan dahulu, menunggu beberapa tahun ke depan sampai ada anggaran lebih yang bisa dipergunakan guna memperhalus jalan itu. Bukan mengadakan, karena memang sudah ada. Jadi tinggal menata ulang lebih baiknya, serta membiarkan yang ada itu tetap seperti adanya namun sebisa mungkin memperbaikinya agar bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga kala dilewati para pesepeda juga demikian nikmat untuk menjangkau daerah-daerah yang terpencil namun nuansanya lain. Sehingga alam yang tersaji berbeda dengan kala berada di lingkungannya.
“Iyalah. “
__ADS_1
Antony bergerak mengambil sepeda rusak itu di belakang.
Lumayan.
Salah satu masih sedikit bagus.
Tinggal dibersihkan. Dan yang rusak diganti. Atau yang kurang nyaman bisa di rubah. Itu sudah cukup. Kalau perlu di cat ulang. Sehingga tak malu saat bertemu dengan rekan-rekan sesama peserta lomba. Juga mungkin tak akan terlampau kalah jika mesti bareng dengan yang punya baru untuk persiapan lomba itu. Namun yang jelas partisipasi yang sungguh-sungguh sudah bisa menambah nilai tersendiri.
__ADS_1