Senja Muram

Senja Muram
Di jalan


__ADS_3

“Ayo cepat Ant.“


“Sebentar, ini sudah ngebut ini…“ ujar Antony. Dia berusaha secepatnya sampai tujuan. Soalnya tadi agak nyantai berangkat dari rumah.


“Terlambat nanti kita.“


“Mana macet lagi.“ Jam begitu memang lagi banyak-banyaknya kendaraan. Mereka seakan keluar semua. Terutama yang punya mobil bagus. Agar di pandang sebagai orang berada. Atau orang-orang berkebutuhan yang tengah mengantar sesuatu ke lokasi. Dengan kendaraan seadanya. Asal besar dan sanggup muat banyak. Akan langsung di angkut. Tak perduli di jalan. Asal sampai. Makanya tak jarang memenuhi jalanan. Serta membuat ruwet. Soalnya mau di salip, sulit, kalau diikut pelan sekali. Sehingga di belakang mengular. Dan sopir asik saja. Tanpa masalah. Juga mau bagaimana lagi kalau kondisi kendaraan memang demikian. Tak bisa diperkecil. Kalau merubah bak atau tempat barang. Maka perlu biaya, juga mesti ada perijinan juga. Itulah yang jadi masalah.


“Seak seok dong.“


“Nggak ada celah. Lagi ramai - ramainya ini.“ biasanya memang kendaraan kecil begitu mudah melewati celah sempit diantara kendaraan-kendaraan lain. Terutama yang besar-besar. Meskipun begitu kondisi demikian sudah lebih baik kalau dibandingkan dengan membawa mobil besar. Karena akan lebih lama lagi. Namun yang asik bisa dinikmati jalan. Itu kalau tak buru-buru. Tapi jika untuk cepat, akan kesulitan. Mesti lewat dari rumah pagi-pagi benar. Dan sampai rumah agak terlambat nanti.


Kemudian sampai. Lokasi pada aula pertemuan. Dimana sudah banyak yang kumpul. Ditaruhnya kendaraan itu pada tempatnya yang sudah penuh. Sedikit menyesal juga. Karena banyak yang membawa mobil. Tadi kan bisa pinjam sama orang tua nya. Jadi tak kebanting habis. Masa yang lain bawa mobil, mereka sendiri yang motoran, namun masih agak mendingan karena cepat sampainya. Mereka barangkali datang pagi sekali.


“Nah kita sampai.“

__ADS_1


“Akhirnya bisa ketemuan.“


“Gua diluar ya.“


“Ngapain?“


“Malu gua.“


“Nemenin pacar malu.“


“Lo kamu.“


“Hooh.“


“Dengan siapa nih.“

__ADS_1


“Ini teman banyak.“


“Wah asik dong. Apa kegiatan sekarang?“ tanya nya. Maklum anak segitu kayaknya belum ada kegiatan yang mengurus anak atau keluarga yang membanggakan jika sudah kumpul bersama begitu. Tapi lebih pada sejauh mana karier yang sudah bisa teraih di usia demikian. Walau ada kalanya sudah ada yang berkeluarga akibat berbagai faktor. Sehingga mereka lebih suka pada urusan yang begitu saja tanpa perlu yang ribet-ribet sambil mengeluarkan banyak biaya. Itu sungguh sangat menyulitkan buat pikiran serta kondisi keuangan yang memang serba pas-pasan demikian.


“Lagi asik ngoleksi.“


“Apa, perangko, koin kuno. Batu mulia atau ….“


“Koleksi Golf.“


“Yah gituan.“


“Kan asik.“


“Baik stik, maupun bola. Namun hole nya kayaknya tak perlu di koleksi deh. Walau banyak ada 9 atau 18. Semakin banyak semakin asik.“ Kalau stik kan memang banyak, dan bentuknya juga macam-macam. Wood, iron dan putter. Semua akan enak di memainkan kalau sesuai dengan selera. Baik tentang bahan pembentuknya, sampai dengan merk dan harga yang lumayan terjangkau. Jadi mengkoleksi stik itu akan disesuaikan juga dengan lapangan dan seberapa luas yang akan di mainkan. Sehingga selain nyaman dalam menggunakannya, juga enak di akhirnya. Dan terkadang mendapat kemenangan.

__ADS_1


Bola golf dengan berbagai merk juga asik untuk jadi pajangan. Sembari pamer jika pernah memainkannya sampai ke lokasi yang jauh dan popular.


__ADS_2