
“Nenek.“
“Lo kau, Claudia. Ngapain bawa martabak?“ ujar nenek sedikit menebak. Maklum biasanya apa yang dibawa gadis itu demikian. Meskipun berulangkali, tetap saja hal itu membuat suka, serta sangat digemari. Tidak hanya dia tapi juga mereka – mereka. Sehingga banyak penjual yang lumayan lama bisa bertahan untuk menjajakan dagangan yang demikian saja. Bahkan tidak jarang sampai bertahun-tahun mampu untuk menyajikan jajanan yang bentuknya itu - itu saja. Sudahlah, apa mau dikata, kalau kegemaran yang menyukai demikian mau apa lagi. Seperti halnya nasi. Semenjak orok hingga kakek nenek tetap saja menggemarinya. Bahkan jika tidak terisi mulutnya pada makanan pokok satu itu serasa belum makan, walau sudah kemasukan jagung, roti, bulgur, sampai ketupat sayur. Belum makan. Karena belum terisi nasi.
“Ah nenek. Sayang sekali. Orang tua sekarang tebakannya sering keliru. Aku tak bawa martabak. Aku bawa mie ayam buatan si Premani. “
“Si Psikopat itu?“ ujar Nenek Senja
__ADS_1
“Terkenalnya sih, tapi dia nggak demikian kok. Nyatanya dia membawakan satu halyang berusaha menyenangkan kita,“ ujar Claudia berusaha mengungkapkan apa yang dia ketahui dari hasil kerja samanya dengan si tertuduh itu untuk beberapa waktu yang telah dilewati bersama. Dari kebersamaan itu, nyatanya banyak sisi positif juga dari orang yang sudah terlanjur mendapat tuduhan tak mengenakkan dari banyak orang. Hal ini juga yang menimpa teman barunya itu. Hanya untuk langsung membalikkan keadaan jelas tak semudah yang digambarkan beberapa orang. Mesti perlu waktu. Perjuangan. Bahkan kalau perlu banyak hal yang esti dikorbankan. Itu demi menunjukkan kesungguhan akan niat yang mesti diwujudkan.
“Ya sudah makasih.“
“Iya nek. “
“Bagaimana nek?“
__ADS_1
“Enak sih. “
“Cuma sambal dan saosnya kenapa sedikit. “
“Barangkali lupa mengikatnya. “
Tak heran, hal demikian sering kali terjadi. Sebab selain rasanya enak, makanan itu mesti dengan segera harus di santap. Kalau sudah dingin bakalan melar. Dan mie nya menjadi besar-besar, mengembang seperti nasi. Walau fungsinya memang itu. Sama –sama dari pembuat karbohidrat. Hanya berbeda bentuk. Sehingga mie bisa di gunakan untuk berbagai jenis masakan. Bisa sebagai lauk, sayur, bahkan ada yang diseduh jadi minuman. Itu bentuk praktis dari apa yang disebut mie. Lagipula masakan ini mudah di dapat. Sehingga bisa untuk makanan cepat saji. Terkadang hanya dengan langsung merebusnya. Dan tak menunggu lama sudah bisa dinikmati. Lain dengan masakan bahan dasar karbohidrat lain. Semisal nasi, atau bubur. Banyak membutuhkan waktu serta lama pembuatannya. Sehingga lumayan sulit kalau menunggu sampai matang.
__ADS_1