Senja Muram

Senja Muram
Yang pergi


__ADS_3

“Ayo…“ Ajak si Antony. Tiba-tiba. Dia dating seperti biasa dengan kendaraan roda dua, tenaga ribuan kuda, bikinan pabrik yang ternama.


“Eh kemana?“ ujar Claudia kebingungan.


“Kita mencari si Kleo,“ kata Antony lagi.

__ADS_1


“Lo kemana dia? Kemarin saya rasa, dia masih jualan?“ ujar Claudia. Tentu keheranan. Sebelumnya masih bareng-bareng dalam suasana ceria. Dimana saling berbagi untung, saling menjajakan apa yang kala itu ada. Juga saling mengeluh kecapekan, namun sudah ada niatan sebelumnya, jadi merasa senang saja untuk posisi terakhir kala mendapat hal demikian.


“Menjelang HUT Hapsak ini dia pergi ke pulau,“ terang Antony. Biasa anak muda ada saja kegiatannya. Biasanya suka berpetualang. Terkadang mendaki gunung, menjelajah hutan. Mencari pengalaman. Yang unik dan belum terjamah orang, tentu itu yang menjadi kepuasan tersendiri. Makanya tak jarang mereka akan nekat. Mendaki sampai titik tertinggi suatu ketinggian, dimana pada satu bagiannya terdapat jurang kawah yang dalam, atau menyusuri jembatan alami dengan kanan kiri kawah purba yang sangat menantang. Andai tergelincir sedikit saja maka akan berakibat fatal, hingga menjangkau ajal. Tapi itulah manusia. Yang rasa puas nya demikian aneh. Hingga ada satu gelintir orang yang sudah puas dengan apa yang bisa masuk ke dalam perut dan mengenyangkan di setiap harinya. Sehingga dia cukup dengan golek-golek sembari glundung glundung dan membaca kabar berita di internet. Itu sudah merasa senang. Namun bagian lain dari manusia yang tak perlu dianggap serakah, namun demikian besar rasa ingin tahunya. Sehingga kepuasan yang dirasa tak cukup hanya berbuat sederhana itu. Dia mesti mendapat pengalaman yang unik, lain dari yang lain yang pernah didapat orang lain. Sehingga akan menjadi kabar yang menghebohkan, bahkan bisa jadi menjadi trending topik untuk suatu pemberitaan yang demikian menakjubkan. Sehingga akan menambah viewer dan subscriber nya langsung meningkat tajam. Dan untuk satu hal yang demikian saja perlu pengorbanan yang terkadang demikian besar. Tak cukup hanya main jari. Tapi perjuangan, membangun diri, kebangkitan jiwa, hingga pendanaan yang tak terpikirkan nalar mesti di keluarkan untuk satu tujuan yang ingin di capai itu.


“Ke pulau? Dia hilang dong bareng cewek cantik,“ kata si Claudia menduga-duga. Biasanya kan demikian. Jadi dia akan berpetualang pada suatu pulau dengan mahluk mengerikan yang mengejar-ngejarnya atau tinggal dengan psikopat yang terkenal kejam dan sadis yang hanya bisa terpuaskan dengan darah dan air mata yang memancar keluar dari korban nya. Itu pemikiran dia.

__ADS_1


“Wah susah yah?“ Bisa dibayangkan. Mencari satu orang saja susahnya minta ampun. Ini apalagi, satu RT. Bisa ber lama-lama. Atau bahkan bertahun-tahun nantinya. Bayangkan 13 orang yang hilang saja sampai sekarang tak ketahuan batang hidungnya. Ini apalagi terkadang hidung nya nggak ada alias mangslep. Jadi sulit mencari keberadaannya. Ini lagi, mereka akan kena lenyap untuk selamanya jika tak segera ditemukan. Kalau masih dalam kondisi terkumpul, mungkin hanya satu atau dua jam berhasil di evakuasi dengan evaluasi yang tak rumit. Namun kalau terpencar, apalagi satu diantaranya bepergian sembari mencari sesuap nasi diantara ladang jerami, akan semakin sulit lagi. Atau ibarat mencari jarum di ladang tebu, kondisi seperti itu yang kemungkinan nanti akan terjadi.


“Susah lah. Mana dia perginya nggak sendiri.“


“Bareng siapa?“

__ADS_1


“Ada Si Atanas, Norberto, Pedrosita, Jhon da.“


__ADS_2