
“Nonton film kita.“
“Yuk.“
Mereka menuju ke bioskop yang ada. Disitu Cuma satu saja. Namun ramai sekali. Apalagi pas ada ekstra show. Juga saat mid night show benar-benar membludak penontonnya. Walau film lama dan sudah tak laku jual, namun kalau untuk melihatnya dengan harga sangat murah, maka banyak juga yang dating. Terutama anak-anak muda semacam mahasiswa dan anak-anak punk yang suka mencari usaha sendiri, nah disitu bisa untuk menonton yang murah serta bisa untuk main ding dong kala menunggu jam main yang biasanya ada di lobi bioskop. Jadi kalaupun tak menonton karena tak punya cicis yang ada receh bisa main di game itu sembari menghabiskan koin nya.
“Dah bayar.“ Biasanya tuh di ruang tiket itu banyak berjajar para antri. Kalau tak mau antri pura-pura menuju ke tempat teman di depan agar bisa menitip karcis. Atau menggeser sebentar sehingga bisa membeli langsung tanpa perlu mengantri. Lumayan melewati beberapa orag dan tak perlu kakinya kesemutan akibat tak kuat lama berdiri. Sementara yang paling belakang kebingungan, sebab selain sudah sangat lelah, sampai di tempat ternyata kursi telah penuh terisi, akhirnya menonton di jam berikutnya atau di hari lain, bahkan jika tak ada waktu tak jadi menonton. Namun kalau tengah kosong, walau di kasih gratisan, tetap saja tak banyak yang dating. Sehingga untuk ruang yang kurang dari sepuluh orang, kadang tak akan di putar, mau kembali uang atau menonton film lain tak masalah. Seperti itu.
“Ini ada gratisan.“
“Wah, lumayan tuh.“
__ADS_1
“Iya, boleh nemu.“
“Yuk ke kasir.“
Tinggal menunjukkan semacam kertas dan ukurannya kecil. Disitu ada beberapa kotak kosong dan tanggal untuk mendapat cap dari petugas tanda telah terpakai. Jadi mudah kalau mau menonton barang yang bagus.
“Kita nonton pelem hantu yang suka penghisap darah.”
“Nggak papa.“
Mereka menunggu waktu main. Dan bisa bergantian dengan penonton sebelumnya. Apalagi kalau pas film panjang, bisa tuh anak-anak ngumpet sebentar I bawah kursi supaya bisa menonton lagi. Makanya sekarang untuk beberapa film ada jeda lumayan lama. Jadi kalau bersembunyi akan ketahuan, atau kalau tidak, akan nongol dengan sendirinya untuk menghirup nafas panjang. Apalagi ada sistem control dengan CCTV dan sensor posisi duduk dimana bisa di lihat dengan menatap monitor dalam ruang operator. Maka akan ketahuan seberapa banyak penonton, dimana kursi yang diduduki juga menunjukkan kalau sudah ada orang nya. Itu akan memudahkan melihat para penonton yang sudah mengisi nya. Jika belum maka tinggal menghubungi telepon itu siapa tahu di rumah masih ketiduran atau justru tengah belanja di ruang ramai jadi lupa waktu. Nah dengan demikian maka taka da komplain lagi untuk saling menyalahkan, juga akan merasa senang jika pelayanannya demikian maksimal demi merasa terhibur nya batin yang sekian lama butuh hiburan.
__ADS_1
“Ini masih banyak.“
“Dicentangi doang tuh kartu. Masih beberapa nih.“ Bisa buat esok lusa untuk judul lain, atau nonton lagi kalau ceritanya bagus dan kurang puas dalam sekali tonton saja.
“Yuk masuk.“
“Lumayan yah.“
“Hooh….“
Merek menonton dengan asik sembari makan biscuit dan kacang mete goring madu sembari minum es cendol dawet toping durian yang menyegarkan. Kalau ingin ke belakang tinggal menuju pintu keluar saja.
__ADS_1