
Kembali si Kleo jualannya uring- uringan.
“Bapak! Bapak nggak konsekuensi!“ ujarnya pada seorang bapak bapak yang usianya sudah lumayan. Orang itu beli dengan tiba-tiba.
“Lo kenapa kau bilang demikian?“ ujar pembeli dengan keheranan.
“Kaosnya apa?“
“Jupe…“ ujarnya sembari melihat apa yang dia pakai.
__ADS_1
“Jaketnya Espana, celananya Arseto, belum kaos kaki, sepatu dan ****** *****, berbeda. Itu namanya nggak konsisten!“ jelas si Kleo.
“Kau sendiri pakai potlot pilot,“ ujar si bapak itu sembari melihat apa yang buat nulis sang penjual.
“Ini kan hanya untuk nulis hutang piutang,“ kata Kleo. “Nggak ada diskon pokoknya!“
Akhirnya bapak itu hanya membeli apa yang dibutuhkan saja dengan harga sesuai dengan apa yang tertera pada bandrol. Kalaupun diskon hanya sedikit saja.
“Ngapain lagi?“ tanya Kleo lagi pada seseorang yang datang secara mengendap. Kali saja dia kecapaian akibat muter-muter kota akibat semua jalan di tutup.
__ADS_1
“Ya beli lah.“
“Nggak….“
“Dikit doang ya….“
“Ya nggak bisa.“
Maklum sekarang serba sulit. Selain jalan yang banyak ditutup, jualan juga kurang berjalan. Yang diijinkan hanya kebutuhan pokok saja. Khususnya yang berkenaan dengan keseharian. Agar semua tetap di rumah. Untuk mengurangi banyak nya penyakit yang beredar. Cukup uang saja. Dan itu tak boleh sampai ke orang-orang lemah. Atau orang yang kebetulan tengah disukai sama virus mengerikan tadi sampai berkembang biak dengan sukses dan membuat inangnya tak sanggup lagi bertahan. Ini semua serba dikurangi. Mengingat betapa pentingnya mengurangi, maka orang-orang mesti tahu diri. Mematuhi apa yang jadi larangan dan bertindak sesuai dengan yang berlaku. Sebab jika tidak demikian akan terjadi suatu ledakan hebat untuk berbagai permasalahan yang mengkhawatirkan. Dan akibatnya selain mengurangi aktifitas kehidupan berikutnya, maka akan timbul kesedihan baru diatas kepedihan yang sudah ter cipta. Sehingga membuat akan semakin lama merasakan hal yang sama pula. Dimana negeri-negeri lain sudah pada bersuka cita. Melakukan aktivitas secara normal, kita masih dibatasi. Mereka hanya dengan menunjukkan apa yang semestinya sudah berjalan dengan vaksin yang sudah dipunyai, lalu cek saat itu juga. Maka dirasa bebas dan penyebarannya tak ada. Jadi segala nya masih berjalan dengan wajar. Apa yang dikawatirkan sudah hilang. Kembali suka cita di atas satu kemenangan untuk bisa merayakan secara normal juga. Tentu saja dengan membuang rasa was-was tersebut. Meskipun begitu sudah bisa di prediksi dengan berbuat sesuatu yang demikian bebas, tapi karena merasa memang tak ada beban yang di tanggung nya. Lain kalau bebas, tapi tanpa memperhatikan apakah segalanya masih dalam tanda tanya, tanpa pengecekan yang jelas, tanpa mengetahui kondisi diri yang akhibatnya mengenai diri serta lingkungan nya. Dan hal itu justru akan menyengsarakan segalanya. Bila memang sudah berada dalam kondisi normal tentu semuanya akan senang serta bisa bersuka ria dengan tanpa terjadi suatu ledakan mengerikan di kemudian itu. Ketika harus bicara bahwa hal yang ketat tak mungkin bisa berjalan sesuai dengan rencana dan masih timbul adanya apa yang di khawatirkan. Tapi untuk mencegah terjadinya kekhawatiran itu, mesti adanya suatu aturan yang ketat juga. Maka yang semestinya sudah usai, hal itu tak terjadi lagi bahkan akan berlarut-larut. Sehingga jual beli seperti yang dialami oleh teman-teman Kleo dan lain sebagainya akan segera berjalan normal kembali dengan keuntungan yang sangat banyak tentunya.
__ADS_1