
“Nah lu ketemu. Disini lu rupanya?“
“Eh Bapak….“
__ADS_1
“Apa yang kau cari sebenarnya?“
“Ini pak nyari PKL an.“
__ADS_1
Maklumlah PKL sekarang menemukan di sebuah perusahaan Yang biasa merawat mesin itu Walau kadang tak se-jurusan Tapi tetap diijinkan. Karena hanya untuk pra-syarat mengikuti ujian atau untuk pengambilan ijazah setelahnya. Makanya banyak yang mengikuti di perusahaan mesin ini. Selain di sini ada yang di percetakan, ada yang di sablon, mencetak kartu vaksin, bahkan membuat buku yasin. Yang jelas pada masa penyakit demikian mencari yang terdekat saja. Tak seperti dahulu mesti mencari di perusahaan yang sejalur dengan pendidikannya serta mesti mencari yang lebih besar serta lebih lengkap jika dibandingkan dengan sekolah yang dipakai menuntut ilmu. Sebab bisa untuk studi banding serta menambah pengetahuan sebagai pelengkap nanti pada apa yang sudah dipelajari di sekolah. Selain itu juga bisa menjadi pandangan untuk mencari kerja setelah lulus. Makanya tak jarang banyak anak yang langsung mendapat tempat di perusahaan tersebut. Selain sudah mengenal watak perilaku baik nya, juga dirasa materi yang didapat sanggup mengantar anak itu untuk lebih sukses serta bisa satu tujuan kala mendapat pekerjaan yang sudah di alaminya. Namun karena musim demikian, maka anak-anak asal dapat saja. Terkadang satu usaha kecil menengah saja yang dia masuki, dan sebagai latihan saja di perusahaan sesungguhnya. Nanti akan ikut praktek lagi di sekolah supaya materi yang diperlukan bisa dicapai. Walau terkadang mesti membayar. Tak seperti biasanya kalau di perusahaan biasanya ada uang saku sebagai imbalan untuk mereka yang bersedia membantu melakukan pekerjaan tersebut. Jadi perusahaan ini akan senang karena anak-anak bisa memperingan pekerjaannya. Tapi bagi yang usahanya kecil, maka anak itu yang membayar untuk beberapa rupiah nya. Karena sebagai orang tak professional, biasanya banyak mengganggu, sehingga seringkali terbengkalai apa yang dikerjakan kalau dipasrahkan pada mereka. Dan lagi karena pada proses belajar itu, mereka diharapkan mendapat ilmu yang bermanfaat di kerja nyata nya itu. Dengan kata lain bahwa ilmu itu tak murah. Ada biayanya. Yang tak jarang mesti keluar biaya. Walau sekolah nya gratis, tapi tetap ada satu keperluan yang mesti di bayar.
Nanti hanya membuat laporan. Disini mereka-mereka membuat laporan dengan panduan dari bapak pembimbing itu. Yang biasanya tak banyak memberi materi, karena sudah ada pembekalan dari sekolah. Mereka hanya melihat-lihat saja apa yang dikerjakan karyawan pada perusahaan besar itu. Baik itu menarik katrol. Mendongkrak mesin. Hingga mencucinya supaya mengkilap seperti baru. Semua dikerjakan oleh para karyawan dengan tabah sesuai dengan bidang dan jurusan yang diambil kala sekolah. Jadi segalanya berjala lancer sesuai waktu yang ditentukan. Dan tak berlama-lama. Kecuali kalau pekerjaan berat. Misalkan membongkar sampai pada traksi motor, yang mesti over haul, maka akan butuh waktu panjang. Selain itu ketersediaan barang pengganti yang ada akan mempercepat proses service itu. Namun kalau taka da, maka akan di kanibal atau mengganti dengan yang lain, terutama mesin yang rusak parah, untuk kemudian disesuaikan dengan benda itu. Sehingga masih bisa dipergunakan. Walau berikutnya tak cukup lama penggunaannya, tapi bisa diprediksi kemungkinan bisa terpakai sampai ada suku cadang yang tepat dan baru sebagai pengganti barang second tersebut. Tentu saja untuk mesin-mesin yang besar itu mesti menggunakan mesin lain guna membongkarnya yang tak cukup hanya menggunakan tenaga manual saja.
__ADS_1
Maklum anak-anak. Walau bekerja biasanya banyak bermain. Malah kalau kepala mesin itu hendak berangkat mereka ikut. Bahkan tak tanggung tanggung bisa sampai ke kota P. Dan itu yang ditunggu-tunggu. Kemana lagi kalau tak sambil main. Nanti bilangnya mau belajar menyetir. Tapi hasilnya hanya melihat-lihat sisi lain dari perjalanan itu. Kembalinya naik mesin itu juga. Tapi kalau mesin itu diam, maka mencari armada lain. Yang selalu ada karena di jalur ramai.