Senja Muram

Senja Muram
Itu Topeng Itu Palsu


__ADS_3

“Atau itu gorila?“


“Mungkin.“


“Gorila juga demikian. Dia tergolong binatang. Dengan bentukan yang hitam, besar dan dapat berdiri tegak. Layaknya manusia.“


“Tapi orang-orang Tak pernah mengatakan dengan Ciri demikian. Juga pada daerah kita ini tak pernah ada komunitas binatang tersebut. Binatang itu pada daerah asalnya sana biasanya hidup berkelompok layaknya membentuk satu keluarga dengan satu pemimpinnya. Sehingga kalau nampak hanya satu itu sedikit keunikan. Kecuali dia terpisah dari rombongannya. Atau merupakan binatang yang lepas dari kandangnya di suatu penangkaran tertentu. Sehingga mesti sendirian di hutan aneh kita ini.“


“Jangan-jangan hanya memakai topeng.“


Itu yang berikutnya terbersit pada pemikiran keduanya tentang kemungkinan mengenakan topeng canggih, baik dari kulit atau kayu atau barang elastis lainnya. Sehingga kalau di pakai dan terlihat oleh satu orang pada sudut tertentu, maka sosok misterius itu benar-benar nampak mengerikan. Dan berdasarkan kisah si pelihat itu, akan membuat berita itu semakin tersebar luas dengan akhir yang sudah berbeda dengan saat dia melihat.

__ADS_1


“Benar juga. Topeng anjing.“


Si Kleo hanya mengiyakan kemungkinan demikian tak ada salahnya memang berpendapat begitu mengingat yang mungkin memang hanya topeng.


Kali ini serba canggih, topeng bisa sewarna menyatu dengan kulit si pemakai dan nampak nyata sejauh ini.


“Berarti orang-orang itu benar melihat sosok mengerikan tersebut,“ ujar Kleo. Orang-orang itu benar melihat satu sosok aneh tersebut. Terlepas dia melihat hanya sepintas atau bahkan tak sampai detail menatap kesungguhan rahasia dari sosok tersebut. Dan dia hanya menceritakan apa yang benar-benar dia lihat itu.


Kalau di foto sih bisa di edit dengan menempel gambar-gambar. Membentuk sebuah penampakan yang nampak seperti aslinya. Dan itu bisa hanya iseng semata. Atau memang untuk menonjolkan sebuah kisah sebagai bentuk membuat orang lain agar percaya, apa yang dia lihat tersebut memang nyata dialami oleh si pembuat. Dan tentu saja kali ini sangat jarang yang peraya. Akibat canggihnya teknologi. Dimana semua bisa dibuat dengan bagus, tanpa mesti orang tersebut berada pada satu lokasi dan tempat seperti nampak pada gambar tersebut.


Tapi ini asli bukan bualan.

__ADS_1


“Tentu, andai kita berhasil menemukan benda itu, maka kecurigaan kita menjadi beralasan dan mendekati kebenaran. Sayang sejauh ini belum dapat.“


Manusia demikian hanya menakuti segelintir orang supaya tipuannya terlihat nyata dengan sudut pandang yang tak terlampau detail.


Jadi hanya pada satu arah saja.


Kadang-kadang saja dia nampak pada orang-orang khusus itu. Juga membuat dirinya jadi tak terlampau jelas kenyataan yang sesungguhnya.


Aneh memang bukannya pada setiap orang di keramaian sehingga akan cepat berita itu tersebar, untuk bisa langsung mendapat kepercayaan orang.


“Kita terus ke arah dia pernah menampakkan diri pada beberapa orang yang mau berkisah.“

__ADS_1


Mungkin ada juga yang melihat sebelum ini namun hanya diam-diam saja. Dengan demikian sebenarnya masih banyak orang-orang yang melihat penampakan pada mahluk tersebut di sekitar lokasi. Bisa jadi oang tersebut kurang yakin dengan apa yang dilihat. Dikira hanya semacam halusinasi saja. Sehingga kalau dia bercerita pada orang lain, hanya akan menjadi bahan tertawaan saja. Makanya dia redam saja kisah itu, sebagai cerita pribadi. Atau memang dia melupakan kejadian tersebut. Mengingat titik ingatan otak manusia memang berbeda-beda. Ada yang demikian saja langsung menghilang. Atau bahkan ada yang mampu menyimpannya hingga akhir hayat. Dia ingat terus.


__ADS_2