
“Yuk…“
“Kemana?“
“Kita bersepeda.“
“Boleh.“
Mereka naik motor. Menuju ke suatu tempat yang indah. Perjalanannya hanya empat jam. Sampai pada warung perhentian. Dilanjutkan satu jam lagi menuju ke tempat indah tersebut masuk ke dalam hutan.
“Nah Sini.“
“Wih… Hutan Pinus.“
Lihat gerbangnya begitu indah. Ini baru gerbangnya lo. Ada papan nama loka wisata hutan pinus ini. Dengan kanan kiri gapura ber cat kuning dan membentuk semacam Menara pendek yang atapnya seperti rumah biasa.
“Terus masuk nih.“
“Iyalah. “
__ADS_1
Hutan pinus ini tumbuh subur dalam suatu ketinggian serta sejuknya udara yang berhembus di sekitarnya. Serta getahnya bisa dipakai sebagai macam-macam hasil. Diantaranya gondorukem dan terpentin untuk bahan baku industry lanjutan. Juga bisa sebagai bahan dasar membuat kertas. Plastik, keramik, cat, kosmetik, juga pelitur guna mewarnai kayu serta membuat lebih awet. Memang banyak manfaat dari getah itu. Selain itu pohon pinus yang mengandung flavonoid sangat baik sebagai penambah Vitamin C. Mengurangi stress akibat berbagai faktor. Sehingga dengan mengunjungi tengah hutan itu, maka kesejukan udara, hijaunya pepohonan yang memanjakan mata, serta sunyi nya suasana akan mengembalikan titik beku pada otak untuk segar kembali. Sembuhkan bronchitis. Tentu saja setelah berjalan-jalan dengan santai, udara yang dihasilkannya akan bisa meredakan nyeri otot yang sering kambuh. Akibat kerja berat, atau kurang bersantai.
“Ramai tapi yah.“
“Begitulah.“
“Ayo kita jalan melewati jalan paving rapi ini.“
Mereka melewati jalan dengan alas sudah di paving. Namun hanya bagian itu saja sebagai sarana mudah guna melintasi hutan. Dan tidak semuanya agar akar-akar tumbuhan itu tidak terganggu pertumbuhannya. Sehingga bisa tetap segar serta begitu cepat tumbuh.
“Segar.“
“Iya. “
“Nah kita lewat jembatan ini.“
“Jembatan gantung.“
“Memang cinta digantung.“
__ADS_1
“Ini lewat tambang yang kuat. “
Jembatan itu hanya semacam titian saja yang di jalin antar pohon. Sehingga akan menjadi sebuah alat antar satu lokasi ke lokasi lain yang dapat dilalui dengan nyaman, namun penuh tantangan, karena berada di ketinggian dengan bagian bawahnya berupa sebuah cekungan yang bisa dalam atau hanya semacam tanah lengkung saja. Sebab memang tujuannya hanya biar bisa menikmati antar pepohonan besar namun tidak dengan lewat tanah, dan pada jembatan buatan dari tambang itu sebagai titiannya. Berikutnya akan menghubungkan pepohonan lain dimana bisa diikat jembatan tambang tersebut. Dalam posisi yang tidak lurus, mengikuti posisi pohon. Dengan kanan kiri jembatan dari temali yang di rajut itu membuat aman serta asik.
Mereka terus berjalan, melewati jalanan setapak yang sudah di bangun sedemikian rupa memudahkan pejalan kaki untuk melintasinya, namun masih bisa menghirup udara segar pegunungan sembari melihat indahnya hutan pinus tersebut.
“Ih sungai kecil.“
“Asik yah.“
Ada sebuah sungai dengan air yang jernih serta tak dalam. Diatasnya dibuat jembatan dari kayu juga. Dan tepiannya dibuat pegangan sekaligus penghalang dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga aman buat para wisatawan yang berjalan kaki melintasinya. Dengan tanaman berwarna merah di daunnya menghiasi jalanan yang menuju atau setelah jembatan sungai kecil itu.
Mereka terus menyusuri taman wisata itu.
Jalanan dengan alas kayu dibawah yang tertata rapi dan pada tepiannya ada pegangannya yang diberi pewarna hitam, jadi kita tidak takut jatuh ke bawah.
“Tidak dalam juga.“
“Lumayan sakit kan?“
__ADS_1