Senja Muram

Senja Muram
Pijat


__ADS_3

“Aku pegel - pegel nih,“ keluh Antony. Badannya sakit semua. Rasanya seperti Habis digebuki.


“Yuk pijat.“


“Hooh. Dimana?“


“Ya pijat kretek-kretek lah.“


“Wah copot kepala ku nanti.“


“Ya enggak. Kan enak setelahnya. Sama orang yang sangat berpengalaman. “


Mereka pergi ke tempat itu. Sudah ada yang aneh didalamnya. Sebelum mereka. Langsung saja si yang main masuk serta langsung tiduran di ranjang.


“Cepetan gue di pijet.“


“Selamat datang o… “ ujar si petugas dengan ramah. Meskipun yang dating tak begitu ramah, setidaknya dengan demikian, nanti akan jadi kabar tersendiri akan keramahan si pemilik tempat tersebut, untuk kemudian pemberitaan yang indah akan didengar.


“A o a o preman nih. Sakit semua badan gue. Habis carok dan tawur.“


“Ha, preman ha, udah preman pakai sakit. Cewek pulak.“


“Mau kagak! “


“Iya sini… “


Kepalanya yang pertama di putar.


“Ini sakit?“ tanyanya sembari menekan pundak.

__ADS_1


Aww..


“Sabar nanti sembuh. “


“Eh lu mau pijat apa bikin sengsara sih. “


“Nanti baik lah. “


Berikutnya jari-jari ditarik.


Lalu lengan di tekan. Secara terbalik. Bunyi kratak. Sampai meringis dibuatnya. Serasa dunia gelap. Namun berikutnya demikian nyaman.


Dan leher. Diputar. Sama seperti tadi bunyi kretek-kretek. Enak dah.


Kemudian diluruskan tubuhnya. Dengan kepala dipegangi oleh dua tangan yang menekuk. Lalu tangan si om nya masuk di sela-sela siku. Dan ditidurkan. Barulah di hentakkan tiba-tiba. Tentu saja yang punya kembali meringis. Soalnya segala otot sakit. Habis kerja keras.


Lalu tiba ke kaki. ************ sakit.


Kaki di tarik. Satu per satu. Kemudian di tekuk pada tulang pahanya.


Enteng semua setelahnya. Serta segala sakit di daerah ************ yang terjepit langsung longgar dan tak sakit lagi.


“Ya sekarang tendang kuat… “


Dig!


“Yah jangan keras keras ha. Untung ada dinding. Kalau tak, akan sampai di luar. Ha. Gawat kalau diluar taka da yang saya,“ ujar om nya yang berjajar hingga ke dinding ruangan itu yang kuat.


“Kirain tendang kuat-kuat. “

__ADS_1


“Di dorong saja dengan dua kaki itu.“ Dua kaki di letakkan pada dada. Kemudian di dorong sebisanya. Kalau sakit, maka akan lemah. Namun jika tak masalah, maka kekuatannya juga normal. Bahkan untuk mengangkat karung kuat.


“Gini?“


“Ya gitu. Itu untuk melihat kekuatan otot kakinya. Seimbang apa tidak. “


“Sekarang lehernya mau ditarik pakai handuk.“


Dengan tidur telentang dan posisi yang santai, rileks, kemudian handuk dililitkan ke lehernya. Dengan demikian tidak licin kala tangan ketemu kulit. Ada yang duduk di kaki, supaya lebih berat. Terus di tarik kuat-kuat.


“Ih. “


Kerek.


“Berasa sampai tulang ekor “


“Lega kan. Mulai dari tulang belakang, punggung, sampai bawah. Serasa bertambah dua inchi.“


“Hooh. “


“Nah giliran gue,“ ujar Antony yang menunggu lama. Tapi orang itu asik saja main pijat.


“Anda?“


“Iya.“


“Sini.“


Langsung dipijat seperti tadi. Dan beres. Tidak rewel.

__ADS_1


__ADS_2