
“Ayo… Ayo.“
“Beli… Beli…“ ujar penjual menjajakan dagangannya. Satunya menjajakan, satunya membungkus barang dan yang lain menerima uang. Sudah menjadi pembagian tugas nya. Itu akan dibarengi dengan kemungkinan pendapatannya. Kalau sedikit, satu orang saja sudah cukup mengatasi semua itu. Tapi kalau para pengunjung membludak, maka akan kerepotan untuk melayani nya. Jangankan hanya satu orang, mereka juga akan merasakan hal demikian bisa semua itu di luar perkiraan. Makanya sembari main-main, mereka mengantisipasi segala itu. Hingga apa yang di khawatirkan terjadi miss, tak menjadi kenyataan. Kalaupun akhirnya benar terjadi, maka kekeliruan itu sudah bisa dengan segera teratasi.
Serta para pengunjung mulai berdatangan. “Ya sudah.“
Berikutnya sudah disibukkan dengan acara yang memuat mereka melupakan kejadian sebelumnya. Para pengunjung yang mulai berdatangan. Mulai dari yang cerewet, sampai yang hanya lewat saja dengan tangan di belakang dan langkah yang mantap, tak sedikitpun menoleh, semua itu mesti di terima dengan lapang dada. Ada kalanya rejeki bukan hanya dari situ. Dengan kesabaran, mungkin bisa diambil hikmahnya. Selain melatih diri, juga mampu memandang watak dan keinginan orang lain yang kini berada di seputar nya. Tak hanya apa yang melintas, yang jauh, tak terbatas, namun masih bisa dilihat, itu tak selamanya menjadi contoh, tapi mampu memberi teladan akan baik nya kehidupan ini. Sehingga suatu saat akan bisa di kenakan buat satu kesempatan yang menentukan. Sehingga tak serampangan saja dalam memutuskan satu kesulitan itu. Dan akhirnya menjadi sebuah hasil yang menyenangkan. Baik untuk dia, juga melegakan di kita. Dengan kata lain, apa yang terjadi kali ini lebih indahnya untuk bisa sebagai pembelajaran di waktu yang akan di lewati esok. Tentunya masih berucap barangkali. Barangkali hal itu terjadi. Kalau tidak, bukankah sebuah keuntungan. Sebab apa yang menjadi kekhawatiran, tak terjadi pada diri. Sehingga waktu yang luang itu bisa dipakai untuk satu kebajikan lain yang mestinya akan terjadi suatu waktu dalam bentuk yang tak terduga.
__ADS_1
“Aku minta yang itu.“
“Habis.“
“Mama mama… Habis mama.“
“Tak mau maunya sekarang.“
__ADS_1
Ada keributan kecil. Memang pada situasi demikian tak heran jika akan ada satu kesulitan. Baik itu para pembeli, masalah harga, atau keberadaan benda yang dibutuhkan itu. Terkadang perkiraan pasar tak semudah yang dibayangkan. Apa yang dianggap murah belum tentu dibutuhkan. Apa yang menjadi merk terkenal, belum tentu juga lagi di sukai. Namun beberapa pembeli tentu sangat membutuhkan apa yang tengah hit. Baik masalah merk yang bagus, atau harga yang terjangkau. Sebab mereka yang bagus dengan kepopuleran nya tentu sudah menjadi jaminan kalau benda-benda itu sudah pasti sangat bagus. Kalaupun meleset, tentu hanya sebagian kecil saja. Dan itu yang berikutnya diburu oleh para pengagumnya. Memang pada apa yang murah biasanya semakin banyak peminatnya. Namun jika yang laku demikian, maka keuntungannya juga kecil, atau bahkan berbanding terbalik. Tapi jika itu yang terpaksa terjadi, maka akan diambil hikmah bahwa apa yang tersimpan akhirnya bisa lepas. Dan mesti diisi dengan yang baru, untuk menjadi modal awal dari satu ketersediaan itu.
“Mari mari, yang pahit atau yang manis.“
“Manis saja, tambah senyum nya penjual nya.“
“Lo…“
__ADS_1
Itulah suasana kecil di sekitar kios Kleo.