
“Ini!”
Wa Ta’i mengangkat sesuatu yang sebelumnya membuat penasaran semua orang. Dia menyelam, dan berusaha kuat menarik benda yang dia raba tadi. Kalau dari kejauhan, atau dari tempat dimana anak-anak berada memang tak nampak. Karena terlindung oleh air yang lumayan keruh karena dalam kondisi berjalan, atau bahkan membuih di beberapa tempat tersebut. Serta pembelokan arah menuju benda oleh kerapatan air membuat semakin kabur saja apa yang ada di balik air tersebut.
“Kotak apa itu?“
Sebuah kotak yang aneh.
Mereka terus mengamati kotak yang baru saja diangkat dan tersangkut sesuatu di bawah kedung dan tak terlihat dari atas.
Pada kedung itu, di sebuah cekungan yang posisinya menjorok ke dalam akibat gerusan air yang kuat menembus daerah itu. Disana sesuatu itu didapatkan. Kiranya ada akar-akar pohon kuat juga yang turut memenuhi rongga tadi. Sehingga mampu menahan laju kotak aneh tadi sehingga tak terseret terus menuju ke hilir nya. Atau memang sengaja di letakkan pada tempat tersebut, sehingga tak sampai hanyut.
__ADS_1
“Yuk kita coba buka agar tahu apa isinya,“ kata mereka dan berusaha membuka kotak tersebut yang masih basah oleh air kedung.
Kini mencoba membuka penutupnya, yang ternyata tak kuat dalam mengunci, jadi sangat mudah, serta bisa membuka bagian tutup tersebut.
“Wah berlapis.“ Begitu penutup kotak sudah terbuka, ternyata masih ada pelindungnya lagi di bagian dalamnya. Memang sangat cerdas. Dimana kotak yang kuat akan mampu menahan terpaan air dari atas. Dan juga bebatuan yang ditabrak. Sehingga air masih sanggup di tahan. Bandingkan jika langsung ditaruh pada bungkus plastik. Kemungkinan akan pecah jika tertabrak air, atau menabrak bebatuan sungai dengan kecepatan yang tinggi sesuai aliran airnya. Maka plastik tersebut kemungkinan bakalan pecah, dan air akan masuk membasahi kertas-kertas di dalamnya. Dengan kotak tersebut, membuat plastiknya tak tersentuh air, dan mampu melindungi kertas tadi. Sebaliknya jika hanya memakai kotak kayu, maka kemungkinan kertas akan basah sangat terbuka. Air demikian lembut akan mampu menerobos pori-pori kayu yang tak terlampau rapat. Meskipun untuk sementara mungkin bisa ditahan. Tapi dalam waktu yang berikutnya, akan sanggup diterobos. Sesuai dengan kekerasan dan kerapatan kayu tadi. Sehingga untuk mengatasi berbagai sisi kekurangan tadi, dipergunakan cara keduanya. Sehingga sampai ditemukan masih dalam kondisi yang bisa dibilang masih sangat bagus.
“Terus buka!“
Pada bungkusan plastik yang di ikat rapat, langsung tampak apa yang baru saja mereka dapatkan.
“Wah uang. Banyak sekali...“ mereka terkejut saat melihat apa isi bungkusan tersebut.
__ADS_1
“Berapa?“
Rupanya hanya itu benda yang membungkusnya. Hanya kotak dan bungkusan plastik, sehingga uang di dalamnya tidak basah oleh rembesan air. Plastik itu mampu melindungi uang kertas yang rentan air, menjadi tidak basah.
Mereka kemudian mencoba menghitung uang yang ada didalamnya. Semua dihitung dengan cepat namun teliti dan langsung berkata, “Enam juta.“
“Wah aneh ini,“ ujar mereka terheran-heran melihat sebanyak itu ada uang di kedung.
“Kenapa di buang di sungai.“
“Iya bukan di sumur tadi ya?“ kata mereka lagi yang tak menduga justru pada tempat seperti itu ditemukan banyak harta karun.
__ADS_1
“Aneh ini,“ ujar mereka terus saling pandang diantara mereka sendiri tanpa bisa mengetahui apa yang terselip didalamnya kini.