
“Hai!“
“Nah dia datang.“
Si Jupiter yang ditunggu - tunggu namun sebelumnya menunggu dalam rumah itu, muncul dari suatu sisi rumah mewah itu dan menyambut kedatangan mereka dengan suka hati. Dia nampak segar. Rupanya sudah lumayan lama dia beristirahat di rumah kakaknya ini. Meskipun sebelumnya dia terlihat bersamaan dari rumah dekat sekolah. Hanya karena si Antony belum hafal, maka agak lama sampainya. Lagi pula dia jalan santai sembari melihat-lihat pemandangan dengan kekasih hati yang sangat dicintainya ini.
“Kenapa lama sekali kau menyambut kami. Kemana aja kau?“ Antony memberondong pertanyaan – pertanyaan mudah yang sulit di jawab oleh orang yang sama-sama capek.
“Biasa sedang istirahat sejenak. Aku pun belum lama sampai sini. Hanya karena sering kemari dan sudah sangat hafal, makanya cepat sampainya,“ ujar si Jupiter De La Cruz menjawab pertanyaan kawannya itu. “Kalian bantu kami dong!“ Dia kemudian meminta dengan bernada menyuruh. Agar temannya membantu dengan sekuat daya dan sebisa mungkin mengungkap misteri yang belum terurai di keluarga itu.
“Oke. Itu sudah kau katakan sebelumnya kan?“ jelas si Antony mengungkap kalau kata-kata permintaan itu sudah pernah di ucap kan sebelumnya.
__ADS_1
“Ya. Kau usahakan dengan segala upaya ya. Aku sangat khawatir jika kakak ku itu yang kena salah.“ Cruz terus berceloteh.
“Kalau begitu, kau ajak kita ke lokasi. Biar kita menangani akan hal itu.“
“Iya, beres. Yuk duduk duluan saja. Kita tak perlu terburu-buru lah, soalnya perjalanan kalian tadi lumayan jauh.“
“Heeh.“
“Wih, banyak amat. Kakakku yang nyiapin,“ ujar Jupiter De La Cruz menunjukkan kalau segala hidangan, baik minum maupun makanan yang tersaji buatan kakaknya. Dia berharap kalau si Antony dalam membantu pengungkapan itu hingga membuat mereka terhindar dari masalah tanpa masalah. Sehingga semua menjadi lega. Dan kehidupan yang kali ini belum normal itu akan menjadi berjalan lancar kembali. Dan dia juga bisa menyaksikan kakak nya bisa kembali bersama serta menjadi pengganti kedua orang tua nya yang sudah pergi terlebih dahulu.
“Yang kena kasus itu?“ tanya si Antony sudah mulai menyelidik -nyelidik nih. Siapa tahu dengan semakin cepatnya mengetahui keadaan maka, dua tiga langkah ke depan sudah bisa membantu kawannya itu. Dia juga enggan lama –lama melakukan apa yang bukan urusannya. Untuk kemudian mengurusi semua kepentingannya sebagai seorang pelajar juga seorang warga biasa yang tanpa perlu mencampuri dan dicampuri urusannya itu.
__ADS_1
“Iya,“ jawab Si De La Cruz menjawab.
“Wah pandai masak dia.“ Puji Claudia menyukai masakan kakaknya Si De La Cruz yang enak sekali bagaikan martabak tepi jalan itu. Maklum cewek, ya kan. Sudah sepantasnya pandai memasak. Agar di sayang suami.
“Iyalah,“ ujar Cruz.
“Minum dulu ayo... Ayo.“
“Iya gampang itu.“
“Ini lagi minum dan makan segala yang memenuhi meja tamu anda yang demikian lezat rasanya. “
__ADS_1
“Kita kesana nanti setelah istirahat sejenak lalu tak usah lama-lama lah disini kita segera selesaikan terus pulang tak enak berlama-lama.“