
“Hah…“
“Kenapa lu?“
“Ngantuk sekali rasanya,“ jawab Antony yang matanya sampai memerah akibat kurang istirahat. Maklum asik sekali hiburan yang hanya ada malam itu, khususnya di lokasi tersebut. Karena harganya mahal. Tapi kalau mau berkeliling, di daerah lain tetap ada. Makanya yang maniak, bisa langsung menuju ke sana, walau malam nonton, siang kerja, seakan tenaganya tak habis-habis nya. Maklum namanya hobi, kalau sudah demikian tak tanggung-tanggung. Itu mendingan hanya modal tenaga, bahkan kalau sudah hobi bakalan keluar dana yang lumayan besar. Misalkan hobi lukisan, mereka tak akan segan-segan merogoh kocek sampai jutaan hanya demi benda yang sangat mengasikkan itu. Juga jika senang jam tangan, maka akan membeli berbagai merek asalkan semua itu sesuai dengan selera mereka.
“Kenapa?“
__ADS_1
“Biasa semalam nonton wayang sampai pagi.“
“Kan sudah pulang duluan,“ ucap temannya keheranan saat melihat dia sudah sejak awal dan belum habis acara sudah tak Nampak, namun kenapa masih menderita kantuk demikian. Bukankah setelahnya bisa langsung istirahat, atau langsung mendekap bantal guling bau pesing agar sampai esok pagi masih bisa mengikuti acara selanjutnya. Tidak dengan anak ini, Nampak sangat mengantuk dan lemah. Sehingga apa-apa tak bergairah, apa-apa selalu tak ingin, membuat temannya jengah, dan ingin rasanya menyeret anak itu ke kolam supaya sejenak menikmati dingin suasana supaya bisa lebih lama menatap dunia.
“Iya mengantar si Claudia. Tapi aku balik lagi sampai habis acara,“ jelas Antony. Maklum anak perempuan tak kuat bertahan untuk begadang. Itu masih mendingan mau menonton. Terkadang malah enggan. Selain capek, juga ceritanya terkadang tak masuk. Baru kalau mau menonton semacam goyang music dan irama country, mereka paham yang hanya main joged-joged saja sembari memakai merchendays yang demikian khas serta bernilai tinggi, bakalan menikmati yang demikian mereka. Selain mau menonton, juga terkadang hanya sampai mulai saja, soalnya sudah mulai mengantuk serta tak tahan. Membuat anak-ana itu hanya fokus di jajanan yang ada. Nanti kalau uang habis, atau sudah kenyang ingin mereka tentu hanya ingin pulang saja. Dengan alasan hendak masuk sekolah lah, atau hendak ada keperluan arisan, kumpul teman lama, main sepeda dengan celana ketat dan lain sebagainya yang bisa buat alasan agar bisa masuk di akal serta tak sampai begadang hingga usai acara tersebut. Sehingga kadang yang bisa kuat sampai pagi hanya kakek-kakek saja. Itu juga diselingi dengan tertidur sembari berdiri, sukur-sukur tempat sudah longgar sehingga bisa duduk sambil memejamkan mata, dan terbangun kala kaget karena mimpi jatuh ke sungai, eh ternyata hanya menggelundung saja di halaman rumah itu. Biasa karena kakek-kakek selain suka, juga hiburan tersebut begitu mengena, sesuai dengan perasaan yang tengah mereka hadapi dikala semua sudah pada pergi. Tinggal sendiri, menyendiri dan sepi.
“O.“
__ADS_1
“Ya kali, gurunya juga mengantuk atau tengah kecapekan menjadi panitia di pertunjukan itu.“
“Kali, aku bisa sejenak istirahat,“ ujar Antony sembari menelungkupkan kepala di meja supaya bisa terpejam sesaat, sampai pergantian jam nanti.
“Mm…. jangan kau ambil kacang ku!“
“Nah dia malah lebih parah tuh.“
__ADS_1
“Sampai mengigau di pojok ruangan….“
Nampak teman mereka itu lagi tertidur di lantai tanpa alas sembari meringkuk. Semalaman dia begadang rupanya.