Senja Muram

Senja Muram
Kenapa


__ADS_3

“Kenapa sih pa?“


“Lah mana gua tau. Gua apa-apa nya bukan, keluarga, saudara juga bukan Lu nanya gua.“


Ada sebuah tanjakan yang demikian menantang dan kita kemudian mampu mengerahkan tenaga yang kita bisa, sampai habis segalanya itu, kemudian menata ulang kembali keberadaannya demi kembalinya yang hilang tadi dan menggunakannya untuk suatu yang sangat dibutuhkan demi berartinya hidup.


Ada purnama diantara bulan sabit.


Supaya hidup tak selalu hanya separuh. Sesekali waktu sanggup memenuhi segala janji. Dan itu membutuhkan waktu yang tak sedikit. Kesabaran, ketabahan, dan gumpalan segala resah mesti diendapkan.


Ada berhenti di tengah perjalanan.

__ADS_1


Agar kita senantiasa sanggup mengkoreksi batin. Supaya dapat langsung mengarah akan baiknya sebuah perjalanan. Dan langsung sampai di tengah usainya keinginan tersebut.


Ada gunung diantara lembah.


Ada yang tinggi diantara yang rendah dan nampak cahayanya dari segala arah. Sebab dalam ketinggian itu, yang terang akan menampakkan kecerahannya diantara hitam-hitam pekat suatu arah. Berikutnya menjangkau hati-hati yang gersang dan akan sanggup basah oleh keteduhan nyata.


Ada tikungan yang mesti dilewati.


Ada dia di antara kita. Supaya kita sadar bahwa akan ada yang lain di tengah hening batin diri dan kita sanggup menjaga keberadaan akan segalanya.


Ada misteri diantara yang baik.

__ADS_1


Supaya kita dapat menyelaminya berpikir lalu menguak apa yang tersembunyi dalam kabut itu. Yang kan tersibak. Kemudian terlihat penampakannya secara nyata. Untuk kemudian dipahami bersama, untuk dilihat satu sisi yang terbaik dan dicerna pada keindahannya.


Ada persimpangan yang mesti dipilih.


Ada kalanya hidup membutuhkan beberapa pilihan dan dari situ memilih untuk satu jawabannya. Dan pilihan yang kemudian diambil terkadang justru tak mengenakkan hai di berikutnya itu yang menjadikan satu ketidakpuasan yang berikutnya harus diterima. Dan mesti dirubah di akhirnya dengan mengesampingkan satu keinginan lain yang juga dibutuhkan. Namun harus ditelan bulat-bulat satu keputusan yang diambil itu dengan keterpaksaan akibat satu pemilihan yang keliru di awalnya semula. Tanpa bisa merubah. Atau bisa namun sulit. Dan membutuhkan dana yang tak sedikit. mesti ada yang ditukar dengan satu ke- sia-sia- an tadi. Namun bisa menjadi sebuah pengalaman agar tak terulang lagi, bahwa diperlukan pemikiran yang luas dan terkadang membutuhkan waktu demi satu keputusan yang sangat berarti dan merubah masa depan diri itu.


Ada terigu dalam roti.


Sebab akan ada sebuah pemikiran untuk dapat menggubah satu kelezatan yang dibutuhkan kita.


Ada di diantara ke. Sebab jatuh itu ke. Bukan di. Ke tanah bukan di tanah. Disana, kesana. Sebab akan enak di makan dari pada ke makan. Sebab kalau ke makan itu menunjukan suatu ketidak sengajaan. Sehingga apa yang semestinya tak kita lakukan harus diterima. Bayangkan jika pion kemakan kuda. Maka akan sangat mengecewakan yang punya. Sebab semestinya bisa menjaga sebuah tugasnya untuk terus melaju. Dan mesti terhenti secara tak sengaja. Atau nasi kemakan sama kucing. Kucing pun mati. Dan yang kecewa bagi yang menyayanginya. Maka akan nikmat jika nasi dimakan secara sengaja oleh yang membutuhkannya demi hilang segala rasa lapar dan rasa ingin pun terpuaskan dengan seketika. Kala melihat segumpal kelezatan itu dapat dinikmati keindahannya oleh kita.

__ADS_1


__ADS_2