
“Lo kamu?“ ada yang dating. Si Kleo kembali asik dengan dagangannya. Dia bener bener sangat asik sama begituan. Dan tak ingin ikut-ikutan sama si teman yang lain semisal antony atau temannya. Yang dianggap nggak punya tujuan jelas. Makanya dia lebih baik berada di kios meskipun berganti-ganti. Sepulang sekolah. Atau saat WFH. Dia nanti bakalan ada pengalaman kala telah lulus, melanjutkan kuliah, lalu melamar di perusahaan sesungguhnya. Itu akan mempermudah kerjaan mereka nanti.
“Sini.“ Si Kleo memanggil orang tersebut.
“Lagi Jualan? Lama tak jumpa ya?“ ujar temannya yang tengah bermain ke rumah si Kleo yang seperti biasa penuh dengan dagangan. Jadi sewaktu-waktu bisa main main untuk bisa mendapatkan apa yang disukai dalam tempat tersebut.
“Teman satu kelas juga,“ kata Kleo heran.
“Hehe… Yuk main.“ Temannya hanya mengekeh saja. Dia mengajak si Kleo supaya bersedia mengikuti ke suatu tempat yang idah. Sehingga disana nanti akan bisa bersenang-senang sesaat. Untuk berikutnya kembali ke aktifitas aneh setelah jam pulang sekolah itu.
__ADS_1
“Ogah, gua mau bisnis,“ ujar Kleo yang tetap asik dalam tempat tersebut.
“Bisnis apa?“
“Ini kecil-kecilan.“ Sambil memperlihatkan dagangannya yang rata-rata harganya sedikit saja. Dan itu mudah mencarinya. Dengan modal tak besar, sudah itu bisa
“Gitu aja bisnis. Bisnis itu beli saham atau lelang lukisan. Itu baru bisnis. Kalau enggak mencetak buku ribuan eksemplar. Jalan jalan saja nanti ita karaoke an. Menyanyikan lagu indah.“
“Kita akan jalan ke pulau di tengah laut. Naik kapal kuno. Dan kalau bisa mencari harta karun,“ jelas temannya itu agar dia mau meninggalkan barang sekejap apa yang tengah disukainya itu. Bukankah liburan sebentar akan bisa mengurangi beban pikiran sehingga saat kembali nanti bisa kembali segar, untuk berikutnya lelah lagi dan plesir kembali.
__ADS_1
“Ogah. Gua lagi senang jualan,“ ujar Kleo yang tetap pada pendirian. Lagi pula jalan-jalan begitu akan sulit mencari jati diri. Yang hanya terus mencari kesenangan. Itu yang tengah dia tak sukai. Karena hanya akan bikin kacau saja.
“Apa?“
“Ini.“
“Hutang juga boleh kan. Nanti takutnya lu tanya ke teman teman gue“
“Ya kalau nggak bayar. Akan kita tanyai satu demi satu teman- teman lu.“
__ADS_1
“Payah lu. Bikin malu saja,“ ujarnya yang malu kalau punya hutang apalagi Cuma sedikit. Sebab biasanya begitu. Orang yang enggan membayar hutang walau suka hutang kadang malas mengembalikannya. Kalaupun punya uang akan dipakai untuk keperluan lain. Makanya biasanya salah satu usaha dengan menanyakan pada teman yang dijadikan rujukan. Kalau tidak, akan pergi bakalan gawat. Sehingga hutangnya akan tak terlunasi, atau sangat lama dalam menyelesaikannya. Itu benar-benar sangat merepotkan dan dana akan macet. Bahkan bisa jadi tak tertolong lagi. Sehingga akan mengakibatkan kerugian yang besar. Belum lagi kalau modalnya kecil, sementara buat keperluan sehari-hari juga, makanya sebisa mungkin dana yang sedikit itu mesti di peroleh lagi. Andaipun ada tambahan uang lain, itu tentu akan saying kalau dipakai untuk satu tujuan yang sama dan mesti dilakukan berulang kali. Bukannya akan menarik jika untuk urusan yang berbeda.
“Namanya juga musti melunasi.“ Begitulah yang namanya hutang mesti dilunasi. Tak mesti seberapapun. Maka akan bisa mengembalikan biaya, untuk modal berikutnya dimana akan menambah jualan lagi kalau sudah terkumpul banyak uang tersebut.