Senja Muram

Senja Muram
Lelaki sejati


__ADS_3

“Nah itu yang namanya lelaki sejati.“


“Ih kuat yah.“


“Namanya juga demikian.“

__ADS_1


“Bisa mencangkul.“


“Bisa membawa barang banyak.“


“Membelah batu untuk jalanan.“

__ADS_1


“Demikian berat mencari uang yah.“


Bisa mencangkul. Tentunya kalau di pedesaan itu hal utama. Sebab memang adanya itu. Yang bisa menghasilkan uang, juga mencari nafkah. Pekerjaan lain kebanyakan tak bisa. Makanya jika sudah lanjut dan menjelang pensiun, kebanyakan orang-orang akan menghabiskan waktu untuk hal bercocok tanam tersebut. Dan kalau tanah banyak maka akan membayar orang untuk menyelesaikannya. Terkadang itu memang bukan pilihan. Keterpaksaan juga bukan. Karena kalaupun tak melakukan hal itu juga masih bisa makan. Namun akan sangat di hargai kalau pekerjaan demikian dilakukan dengan sepenuh hati. Maka yang kotor akan menjadi biasa. Dan hal yang melelahkan menjadi suatu keseharian pula.


Bisa membawa barang banyak. Juga bukan sebuah pilihan. Karena ada saja. Mungkin kalau tak ada barangnya juga bisa ditinggalkan. Duduk santai di kursi malas. Sembari menatap jalanan dimana banyak orang beraneka rupa yang memfungsikannya. Karena ada barang itu membuat mesti di angkat demi pindah dari satu lokasi ke lokasi yang berbeda. Dimana untuk memudahkan melakukan pekerjaan atau selesainya suatu kegiatan tertentu. Misal sekarung beras, maka akan sulit kalau masih jauh. Dan akan bisa menjadi nasi yang nikmat jika tanggal mengambil untuk dimasak dan berikutnya diperuntukkan buat sekeluarga yang membutuhkan pertumbuhan demi kemudian menjadi lelaki sejati juga akhirnya. Yang jelas semua memang perlu proses. Tak sekedar dari tulang rusuk langsung dewasa. Masih banyak jalan menuju kedewasaan. Jika halte mudah, maka hanya makan buah saja sudah akan mati. Itu yang kemudian menjadi suatu tantangan. Bahwa mendapat segala sesuatu dengan hasil tak mudah, bakalan menikmatinya juga lebih lama. Bahkan rasanya lebih ternikmati juga. Belum lagi kalau dengan berbagai petualangan maka akan semakin berasa juga. Semisal emas yang hanya kecil namun mahal. Karena demikian sulit juga mendapatkannya. Mesti mencari sebutir kuning itu. Lalu di bentuk dan menjadi yang diinginkan.

__ADS_1


Membelah batu untuk jalanan. Ini juga selagi ada. Karena membuat jalan itu cepat. Mungkin prosesnya yang rumit. Dimana belum tentu dana turun. Perijinan yang tak kunjung dating serta terkadang tidak sabar menunggu datangnya hari. Dan waktu pelaksanaan, paling hanya seminggu mengerjakannya. Dengan sangat melelahkan dan hanya beberapa bulan saja jalanan akan bagus. Selebihnya untuk hal yang lebih kuat kalau dana juga besar sehingga untuk kontur tanah yang hebat akan bisa di buat jalan yang lebih kuat juga sehingga untuk jangka panjang masih bagus, setidaknya sampai jatah untuk pembangunan turun lagi. Untuk yang lebih kuat itu perlu perjuangan pula. Sementara bahan dasarnya adalah batu. Jika terlampau besar mesti di belah. Dan menjadi dasar dari atas jalan yang halus. Sementara membelah batu bisa di atas gunung batu yang keras. Dan menjadi lelaki sejati kalau akhirnya bisa menjadikan gunung tersebut jadi kecil-kecil sebesar kerikil. Karena itu juga yang dibutuhkan demi jalan serta bangunan lain yang pada dasarnya hanya dari sebentuk bongkahan tersebut.


Juga mampu mengangkat berkarung beras. Tentu urusannya sama dengan kilo. Sebab meskipun besi yang kecil dengan berat sama, juga rasanya tak kuat. Barang tentu akan menjadi lain jika seratus kilo emas, maka akan semangat dalam mengangkat. Sebab nilainya besar.


__ADS_2