
“Koleksi sepeda.“
“Nah itu yang lagi musim.“
“Sepeda lipat, Sepeda jengki, Atau Sepeda dames. Dengan pelat logo yang unik.“ Karena dengan logo perusahaan lama membuat harga sepeda mahal, karena dianggap original. Pada suka sepeda dengan roda besar begitu. Karena di jamannya itu termasuk barang mewah. Apalagi yang keluaran pabrik ternama. Memang kemudian banyak jenis begini di produksi dengan harga yang lebih miring. Tapi kalau para kolektor tentu akan mencari yang original. Dan di tandai dengan logo plat sepeda onthel. Bahkan terkadang hanya dengan mengumpulkan plat-plat nya saja orang sudah senang. Karena bahan pembuatnya juga bagus. Apalagi sekarang banyak orang yang olah raga nya demikian. Selain santai, segala orang bisa. Jika olahraga lari yang ringan saja tak bisa misalkan lututnya terkena ACL atau cedera berat lain, maka dengan bersepeda membuat bisa melakukannya. Sehingga badan tetap sehat dengan berolahraga itu. Atau masih bisa melakukan olahraga kegemaran, meskipun kesehatan kaki tak maksimal.
“Mahal tuh. Kain antik.“ Sembari menunjuk pengkoleksi lainya. Ternyata banyak teman-teman yang mengkoleksi banyak benda dengan beraneka bentuknya. Dan tidak hanya satu buah saja. Sesuai dengan selera pribadi bukan hanya meniru-niru.
__ADS_1
“Iyalah.“
“Bisa sambil membatik.“ Apalagi sekarang batik juga lagi digalakkan. Sebagai produksi dalam negeri yang mempunyai ciri khas tersendiri. Namun para kolektor tentu akan mengoleksi juga yang dari luar. Dengan buatan khusus. Terkadang dari cat yang jika dipakai akan terserap sampai ke kulit. Dan lama kelamaan, kulit menjadi ikut berwarna biru, sesuai dengan cat yang dipakai buat pewarna kain. Sehingga menjadikan pemakainya suatu suku unik dengan kulit yang berwarna biru.
“Kain daerah, ulos, dengan tenunan yang mewah.“
“Lipstick juga ada lemari tersendiri. Juga bagus nih. Merah merona.“
__ADS_1
“ih…“
“Salon apalagi.“
“Manis tuh. Yang di ujung jalan pas perempatan,“ ujar orang yang sangat paham akan hal itu. Karena sudah banyak tempat-tempat begini yang dicoba, sekali dua kali, sembari membandingkan antara yang satu dengan yang lain. Sebab salon seakan sudah menjadi kebutuhan tiap orang. Tak hanya yang kalangan atas saja. Di kampung juga banyak. Dengan menawarkan bahan bagus serta tempat yang juga nyaman untuk selalu dikunjungi. Bahkan hanya untuk menggundul kepala saja pergi ke situ dan biaya yang tak sedikit. Karena bisa perawatan kulit juga.
“Bagus yang di mall. Sisi kiri jalan masuk.“
__ADS_1
“Mewah tuh. Sebab kebanyakan orang akan lewat situ dulu setelah masuk dari pintu. Makanya yang sebelah situ terkadang harga kiosnya lebih mahal.”