
Itulah rencana mereka. Rencana para anak muda yang tak butuh untuk tua. Tak merasa muda lagi. Dan enggan untuk menjangkau hal itu. Yang jelas bisa menghantar keinginan itu menuju kesuksesan bagi mereka sendiri.
Kita hanya bisa mendorong. Dengan kekuatan yang tak perlu berlebihan. Dengan tenaga ala kadarnya. Maka kita tak akan tersiksa juga. Namun juga tak membiarkan mereka berkecimpung di dunia dengan kesendiriannya. Sebab ada kalanya rasa suka itu sedikit memudar, jika menghadapi badai rintangan yang terus menerpa. Ibarat perahu, maka perlu tenaga untuk menggulung layar. Dan mengembangkannya kemudian. Menggulung kala ada badai, dan memasang kembali saat ada angin. Sebab jika di biarkan, kapal akan karam. Dan tak pernah bisa laju. Sesuai fungsi. Angina di tangkap untuk jalan. Dan badai mesti terbiarkan agar tak mengoyak layar. Disisi yang lain, perlu ada kayuh untuk mendorong semain cepat. Dan menahan sebagai rem agar tak terlampau jauh terjerumus di jalan kehidupan.
Tak banyak yang bisa dibantu. Yang terang sesuatu itu demikian menyenangkan buat mereka yang dengan gigih menjadikan hari lebih tertata. Lebih bermakna. Dan kita hanya bisa mengiringinya saja. Sesuai dengan gerak waktu yang bergulir dan roda kehidupannya yang terus menggelinding tapi tak enggan untuk di biarkan demikian saja. Semua mesti berpadu dengan alam pikirannya, juga senafas dengan apa yang tersedia tersebut.
__ADS_1
Sebab masa depan itu hanya milik mereka. Mungkin tak perlu menoleh ke belakang. Di depan merekalah harapan itu. Dan jika terlampau terhambat oleh sesuatu yang mengganjal, maka sesuatu itu mesti di kandaskan. Dan mereka biar terus melaju. Seiring dengan pijar sang mentari yang menjadi semakin perkasa karena kita butuhkan. Dan semakin panas karena merasa dekat.
Mereka mencari. Mereka juga yang menentukan. Kalau dihadapi dengan gembira. Tentu hasilnya akan menyenangkan juga. Sejauh masih berada pada batas kewajaran, Sebab untuk apa selalu di arahkan, Kalau mereka tak suka.
Ada kalanya mereka bisa menentukan diri sendiri. Sebab kemudi mereka yang pegang. Arah jalan mereka yang meniti nya. Seakan berlayar tak bertepi. Walau di hempas gelombang badai, itulah tantangan. Yang tak bisa dihindari, namun perlu di atasi. Mungkin tak bisa di abaikan, namun di tanggulangi dengan seksama. Menjadikan tujuan mereka lambat laun akan semakin nyata. Semakin terang, diantara gelap gulita suasana, yang mengganggu berbagai kebutuhan, kepentingan serta harapan.
__ADS_1
Walau sebagian dari keperluan mereka kita yang tanggung. Sebab bagaimanapun mereka belum cukup dewasa utuk bisa mencari dan mendapatkan berbagai kebutuhan primer nya. Sehingga jika dipaksakan bakalan menjadi kendala tersendiri. Kalaupun bisa, akan mudah binasa. Kalau tak dapat akan menjadi malapetaka. Untuk itulah kita hanya bisa melepas, namun tak terlampau membiarkan. Mesti masih ada jarak yang bisa memantau perjalanannya.
Tapi biarlah. Segalanya berjalan sesuai dengan apa hayalan mereka. Dan jika kandas, tentu juga tak terlampau menyakitkan. Amun andai berhasil tentu menjadi suatu yang lebih membanggakan mereka. Sebab segalanya menjadi terasa bermakna kalau bisa dilakukan sendiri dengan keringat serta usaha yang tak melulu mendapat bantuan.
Aku hanya bisa menatap cahaya senja matahari. Indah sekali warna itu. Seiring usia yang turut senja, menggelincir bagai sinar surya itu.
__ADS_1
Catatan Nenek Senja.
Di senja itu.