Senja Muram

Senja Muram
Ilmu sakti


__ADS_3

“Atau memang benar kata orang-orang bahwa dia itu manusia serigala yang memang tengah mempelajari suatu ilmu kanuragan agar sakti sehingga dia wujudnya demikian.“


Sebuah perubahan bentuk, karena mempelajari suatu ilmu agar dia menjadi sangat sakti tiada tandingannya di muka bumi. Kali ini bentuknya serigala, si anjing liar. Terkadang ada yang berubah menjadi manusia harimau, manusia clurut atau babi ngepet. Juga bila mempelajari aji batara karang, malahan akan berubah menjadi jenglot. Semacam boneka misterius akibat kesaktian dari ajian itu. Dimana menjadi bentuk keabadian dengan rupa demikian. Sebab manusia yang berdaging akan lenyap dengan sendirinya. Sedangkan menjadi mahluk yang kelihatannya mati tapi dipercaya masih memiliki jiwa itu menjadi bentuk lain yang lebih awet. Dan tak mudah dihancurkan oleh zat-zat renik yang mampu mengurai daging biasa. Dengan mengeringkan diri itu dia akan abadi bukan hanya setahun dua tahun, tapi berabad-abad berikutnya menjadi benda dengan roh misterius yang terus ada didalamnya.


“Kalau begitu bukannya dia akan berubah saat purnama datang,“ kata Kleo. Dalam pemikirannya orang-orang demikian hanya berubah di malam purnama saja seiring dengan penuhnya kekuatan sang bulan yang mampu membuat si mahluk merubah diri.

__ADS_1


“Itu andai ilmu yang dia pelajari memang menghendaki perubahannya saat purnama. Kali saja tiap malam dia berubah dan berakhir kala berhasil juga apa yang tengah dipelajari untuk kemudian bisa jadi mengerikan.“


Bagaimana tidak, kalau tiap malam mesti keluyuran diantara hutan-hutan dan tempat-tempat sepi hanya untuk berubah. Dia akan menggigit orang tiap malam untuk menjadi pelampiasannya dalam mendapatkan ilmu tersebut. Suatu tempat yang demikian mencekam. Serta mesti menghadapi keganasan hutan. Dimana banyak jurang terjal dan bukit cadas yang mesti dilampaui, serta halangan pohon-pohon menusuk dan runcing yang tak jarang melintang di depan mereka. Benda-benda yang tak bergerak dan berdiam diri demikian, akan menjadi senjata mematikan kalau diri sendiri yang bergerak dan justru kecepatannya yang berikutnya membuat celaka, kala menabrak benda-benda keras itu. Belum lagi jika menemui penghuni hutan yang sesungguhnya untuk mesti berhadapan ala hukum rimba dengan kesendiriannya sehingga tak ada yang membantu sampai salah satunya mesti ada pemenang.


“Dan banyak yang terluka terutama bagian tengkuk serta hatinya. Karena dia tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah saja.“

__ADS_1


“Terus candinya mana?“


Biasanya tempat tempat keramat akan ditandai oleh sebuah bangunan misterius yang bisa jadi berupa benda-benda berbentuk aneh. Atau tempat yang dia jadikan tempat merubah diri. Ada kalanya bangunan purba berupa percandian. Atau sebuah batu besar yang tak tergoyahkan sebagai penanda keberadaan mereka. Ditempat yang dikeramatkan ini, mereka-mereka para pencari mesti menjalani hidup berat, terkadang sampai menjalani topo broto sampai berminggu-minggu hingga berbulan- bulan. Sampai mendapatkan sesuatu. Baik wahyu atau sebentuk benda keramat yang diperaya mereka akan menjadi sesuatu yang bermakna. Benda-benda itu bisa saja satu jenis pusaka, atau batu bertuah. Yang jika sudah didapatkan, kemudian di rawat sedemikian rupa termasuk pada penempatannya dan dimandikan pada hari tertentu yang dipercaya merupakan hari istimewa sesuai dengan perhitungan yang sangat teliti. Dan pada saat itulah mesti memandikan benda yang istimewa tersebut.


“Gua itu?“

__ADS_1


“Kan kosong.“


__ADS_2