
“Hai Psikopat.
Sini deh.“
“Jangan manggil gitu dong."
“Lah apa lagi?"
“Ya panggil nama kek, atau apalah ….“
“Orang aku hanya ngikut orang lain saja. “
“Ya, tapi… aku kan jadi nggak percaya diri. Nanti akan mal uterus menutup diri dari segala komunikasi dengan sesama.“ maklumlah sebagai seorang yang butuh kekuatan mental, maka hal demikian akan mampu membuatnya semakin terputruk atau justru akan kuat. Sebab sekali dua kali orang akan mendapat stigma demikian, dia akan berpikir, akan baik buruknya sebuah ucapan. Sehingga kata yang ujung-ujungnya menjadi ungkapan. itu yang terkadang tak mengenakkan hati. sehingga menjadi pemikiran yang dipendam.
“Ya sudah yuk.“
“Kita jajan bisa ih.“
“Apa?“
“Sate sama es teh.“ sebenarnya sangat banyak. Para penjual yang memanfaatkan musim aneh begini. Sebab daripada tak ngapa-ngapain, akan lebih indah jika melakukan sebuah kegiatan yang bermanfaat, sehigga bisa menambah penghasilan. Kalau sudah kerja. Dan mendapat rejeki, jika tengah tidak kerja.
__ADS_1
“Boleh. Satenya sate kere minumnya yang bungkus plastik. Tinggal mencari kerupuk melarat. “
“Kalau sudah kere jangan pakai melarat dong. “
“Kan enak. “
Segera mereka membeli itu.
Satenya dipegang tangan kanan, es di kiri. Begitu aturan mainnya. Jadi saat makan, bisa tuh langsung menyeruput es dalam bungkusan yang setelahnya bisa di gantung pada cantolan paku.
Kalau sate yang tenongan itu, harganya lebih murah daripada yang di warung makan. Apalagi di restoran, bisa berlipat ganda untuk bahan yang sama dibeli di pasar hewan itu. Sebab untuk yang dijual biasa, andai tak laku, bisa dijadikan menu esoknya. Sementara yang pada warung ternama, bisa langsung di buang atau di jual murah pada langganan di belakang jembatan itu. Kadangkala menjaga kualitas lebih mahal hanya sekedar menikmati rasa.
“Tolong!“
“Sudahlah, kan kita cewek.“
“Tapi kasihan.“
“Emangnya lu superhero?“
“Ya bukan. kalau bisa membantu ya kita bantu lah.“
__ADS_1
Ada orang yang dikejar-kejar ular hitam.
Langsung saja sama si Pre, di pegang ekornya hingga leher itu, terus di pukul-pukul sama batu hingga *****. Lalu diinjak-injak. Berikutnya dibanting lagi.
“Ku psikopat lagi kah?“
“Hanya memastikan dia tewas saja. Sebab kalau tidak nanti kita yang kena patok. Atau sekedar di sembur. Akan fatal akibatnya.“
Ular demikian memang berbahaya. Berbisa. Kalau sudah masuk ke aliran darah, maka geraknya amat cepat menuju jantung, yang lalu disebarkan ke seluruh penjuru tubuh.
“Apalagi ini ular kobra. “
“Bukan kayaknya.“
“Hitam itu.“
“Kalau kobra itu bisa berdiri.“
“Ular ku berdiri.“
“Jangan membicaraka peliharaan dong. Itu di rumah. Kobra hitam. Kalau king kobra coklat. Tapi terbesar dari yang berbisa. Dan kobra bisa berdiri, menegakkan kepala sampai sepertiga panjang tubuhnya. Jika ular dumung, hanya hitam saja. Tapi bisa nya tak kalah ampuh. Tapi dia tak membuat gelembung di lehernya, serta jarang menegakkan kepala.“
__ADS_1
Ini liar. Semua ular bisa berdiri. Tapi jenis ini rata-rata jarang berdiri. Kalau ular sendok, akan menegakkan kepalanya hingga mendekat separuh. Itu kekuatan ototnya memang hebat. Dan beberapa ular terkadang sama sekali tak menunjukkan itu. Juga kehidupannya yang menuntutnya demikian. Kalau berdiri, untuk menelusup ke semak semak juga akan sulit. Tapi bagi kobra, hal itu juga menunjukkan kalau dia tengah siap menyerang. Juga terjadi pada sejenisnya yang sudah ribuan tahun berlangsung. Dan itu terjadi juga pada reptil tritop. Dimana dia akan menunjukkan tameng saat ketakutan atau menghadapi lawan. Dan itu menunjukan kelihatan lebih besar dari ukuran sebenarnya.