Senja Muram

Senja Muram
Semprot


__ADS_3

“Ih ada rame-ramai apa ini?“ ujar Antony yang keheranan melihat gaduh-gaduh di sekolahan.


“Ini ngebantuin si Kleo,“ ujar De La Cruz yang tengah mengisi tangki penyemprotan dengan zat kimiawi yang begitu ampuh.


“Kenapa Kah?“ Tak memahami akibat kemarin terlampau asik berduaan dengan si Claudia jalan-jalan menyusuri daerah daerah mempesona hingga terpesona.


“Gara-gara dia tak masuk sekolah karena lemes akibat di suntik yang pertama kali nya kemarin itu,“ jelas temannya menceritakan kondisi Kleo yang sedari kemarin hanya berbaring di kamarnya. Ada banyak kasus memang. Terkadang alergi. Atau obat itu tak kuasa diterima badan. Hingga imune yang sedikit. Jadi tak selamanya orang yang kena suntikan itu langsung sembuh, segar bugar. Ada kalanya sedikit kontra yang sifatnya sementara. Hingga selain lemas, ada yang merasa lesu, hingga ingin memutuskan untuk makan. Bahkan ada yang persendiannya pegal-pegal. Tapi kebanyakan tak merasakan apapun. Atau dianggap biasa saja meskipun sebenarnya ada gejala. Tetap saja ada yang ke sawah. Ke kebun untuk membawa potongan gelondongan kayu. Atau orang desa malah ada yang mencari padi di sawah. Dan itu dirasa hal yang lumrah, di masa perubahan ini.

__ADS_1


“O kemarin itu kah?“


“Iya….“


Antony mulai memahami segala apa yang menjadi biang keladi segala rasa ramai ini. Memang sekolah tempat orang. Dan tiap harinya ada kesibukan. Bukan hanya siang. Malam terkadang juga ada kegiatan. Baik itu ekskul, ronda para penjaga, atau Cuma ingin lembur mencari Singal yang kuat dan gratis.


“Wah banyak amat yang mesti di selesaikan. Bakalan tak akan sanggup dia,“ ujar Antony. “Apalagi dia awewe, cowok juga ada yang tak kuasa. “

__ADS_1


“Itulah makanya kita membantu,“ ujar Scopio sudah mulai mengangkat tangki itu dengan satu tangan. Menimang- nimangnya untuk mengetahui seberapa berat yang mesti dia tanggung. Dan rasanya kuat. Sebab berat tangki tersebut tak lebih dari berat badannya. Memang nyaman kalau sekiranya beban tak sampai setengah berat tubuh si pembawa. Tapi terkadang mampu mengangkat beban lebih dari berat badannya hingga dua kali lipat nya. Itu semua tergantung diri si pribadi itu juga kebiasaan yang di lakukan.


Tiap sudut dan pada seluruh selasar kelas di semprotnya.


Si Kleo menyemprot pakai semprot kecil dan banyak anak lelaki yang menggunakan tabung besar 25 liter.


Terutama si De La Cruz sama Scopio. Dia yang paling getol.

__ADS_1


Mereka menyemprot segenap ruangan mulai dari lobi hingga toilet anak cewek yang bakalan menjadi tempat-tempat singgah para kuman yang mengerikan itu.


__ADS_2