
“Lah jualan apa lagi lu?“ tanya si Antony. Melihat si Kleo tengah menghadapi banyak pembeli juga banyak yang mesti di beli. Disitu banyak kertas kertas bertulis. Yang isinya harga sama beberapa diskon. Ada yang Cuma 10 sampai 70. Sangat menarik buat para pelintas jalan yang sedang mencari barang bagus namun terjangkau. Dan disinilah harapan sama tempatnya.
Teman mereka ini banyak sekali usahanya. Maklum Cuma bantu-bantu. Tapi namanya usaha. Membantu sama orang. Yang memang utamanya hanya belajar. Dilakukan kalau lepas menyelesaikan tugas yang utama. Memang diperlukan tenaga lebih. Dimana sekolah juga sudah mengeluarkan energy. Dimana mesti berpikir dan meluangkan waktunya demi sekolah. Sudah itu dilanjutkan dengan mencari rejeki. Dan ini sebuah usaha yang lumayan besar. Bagi orang desa atau katakanlah kebanyakan orang, mereka akan dengan senang hati mencari duit demi kesehariannya. Karena memang itu prinsipnya. Tak kerja maka tak makan. Tapi peran serta keluarga kemudian yang membuat mereka-mereka ini banyak berpikiran maju. Sehingga seiring berkembangnya usia maka akan diusahakan melakukan kegiatan yang sekiranya bisa dilakukan. Itu terjadi buat anak yang usianya belum menjangkau usia dewasa.
“Banyak ini,“ ujar Kleo sembari terus menata dagangan, kalau tidak menambah tulisan, juga mesti merapihkan agar laku terjual. Kalau bersih orang akan suka, sehingga berminat melihat sekaligus membawanya pulang. Walau terkadang sampai rumah langsung bulukan. Karena tidak tahan cuaca atau terkena kotoran debu yang kecil, namun lama-lama menjadi bukit. “Baju murah lo. Diskon.“
__ADS_1
“Wih diskon 70.“ Tentu pada bersuka hati. Lumayan mengirit itu. Apalagi barangnya bagus-bagus. Serta dari merk ternama. Yang tentunya bisa dijadikan kebanggaan saat mengenakannya atau tatkala tengah menghadiri suatu acara tidak terlampau malu, dan ada rasa percaya diri sedikit. Walau tiap-tiap orang berbeda pemikiran. Tapi bisa dijadikan patokan untuk berhubungan dengan social lingkungannya yang mesti diajak bersama-sama dalam berkomunikasi.
“Kok…“
“Kenapa? Murah tuh.“
__ADS_1
“Kenapa?“
“Lu diskon apa naikin harga awal sih? Masa yang diskon 50 sama 70 sama aja. Jadi mahal banget ini harga awalnya.“ Memang terasa sekali. Kalau hitung-hitungannya demikian. Terutama dari merk nya. Merek biasa dengan harga sangat tinggi tentu dianggap tak wajar. Tapikalau sudah punya nama, lalu melakukan pemotongan sendiri dengan harga yang masih tinggi maka dianggap sebuah hal yang normal. Dan nanti akan diserahkan sendiri kepada para pembeli. Pembeli adalah raja. Dimana jika mau dia tinggal ambil dengan membayarnya, kalau tidak, maka tak usah dipedulikan.
“Namanya juga usaha. Biar tak rugi amat.“
__ADS_1
“Yah. ..“
Kleo cuek saja. Laku sukur, tidak ya sudah. Sejauh berusaha, maka apa yang dijajakan itu yang menjadi ukuran laku tidaknya benda yang nanti akan membawa keberuntungan. Walau untung sedikit. Yang penting barang lama akan terjual. Atau benda-benda itu nantinya akan membuat modal kembali guna mengisi barang dagangan yang beraneka rupa itu supaya tidak kehabisan.