Senja Muram

Senja Muram
Penembak itu


__ADS_3

“Jadi kalian tak bisa membantu aku. aku yang membawa kalian ke sini untuk menyelamatkan kakak ku dari segala persoalan ini.“


De La Cruz sedih. Harapannya seakan musnah. Bahkan kini dilihatnya kakaknya juga telah meninggalkannya untuk tetap di dunia ini.


“Iya Begitulah.“


Antony dan Claudia hanya bisa diam menyaksikan temannya terus larut pada kesedihannya dengan harapan yang tak bisa diwujudkan.

__ADS_1


Padahal dia sudah berusaha agar kakaknya itu luput tapi yang sudah terjadi akan tetap berjalan apa yang tersembunyi suatu ketika pasti terkuak.


Mereka ikut merasa bersalah. Harapan seseorang mesti kandas. Untuk ketidak mampuannya dalam menjalankan pesan dan keinginan tadi.


Namun apa hendak dikata. Nasi sudah menjadi bubur. Ketidak mampuannya menyimpan suatu kisah kelam dan muram itu, mungkin akan menjadi hal baik, bagi kehidupan desa yang muram itu. Akan kehidupan selanjutnya, pada kisah yang tak pantas dia ikuti. Dan mungkin sedikit mengenang, kalau pernah ada hati yang kandas demi suatu yang tak mungkin dia raih. Yang nyata, apa yang dia kuak, telah sewajarnya. Dan semua mesti mengetahui. Terutama untuk hal buruk jika berlaku demikian. Yang lebih baik, menikmati sunyi pedusunan itu, berikut segala legenda yang pernah berjalan, tanpa perlu ada misteri lain yang mengiringinya.


“Kalau bukan aku mungkin orang lain yang membukanya.“ Antony hanya bisa mengambil nafas dalam kala mengucapkan kata lirih itu. Bagaimanapun dia yakin, jika apa yang tersembunyi ini, di dusun sunyi itu, tetap akan ada yang membuka nya. Suatu saat. Entah kapan. Sementara disini, untuk sekarang sudah mulai.

__ADS_1


Claudia teringat saat mereka di awal-awal datang ada yang berusaha menembak mereka dan tentu menambah trauma baginya. Hal yang baginya merupakan kengerian pertama. Dan mulai rasa tak kerasan tercipta. Untuk sampai detik ini masih belum bisa dihilangkan sepenuhnya.


“Siapa lagi. Dia yang tak ada disana, “ kata Antony yang juga memastikan kalau Cruz yang melakukan semua nya itu.


Dia sebenarnya ingin menakuti kita atau kalaupun mengenai Trajan tak jadi soal, asal kakaknya tak dilibatkan dalam masalah ini. Dia tak ingin kakaknya terus berhubungan dengan seseorang yang sudah sulit didapatkan karena terikat oleh suatu aturan. Apalah arti semua itu. Kalau mendapatkan sesuatu yang sudah menjadi hak orang lain. Maka akan ada yang tersakiti. Itu tak dikehendakinya. Dia sebenarnya tak masalah kakaknya berhubungan dengan siapa saja yang disukainya. Namun bukan dengan orang yang sudah menjadi milik orang lain. Bakalan sedih di akhirnya nanti. Tak jarang semua yang menjalani hal demikian berakhir tak bahagia. Itu banyak contohnya. Meskipun mungkin ada satu dua yang berhasil dengan ahir bahagia. Namun kebanyakan apa yang dia bayangkan, akhirnya menjadi kenyataan. Semua justru terbelenggu pada masa lalunya yang kelam. Mungkin tak hanya untuk kehidupannya, tapi perasaan yang salah akan terpendam dan menjadi sebuah beban batin.


“Yang sedih tentunya Trajan ya. Bisa dibayangkan oleh mereka kalau si pemilik rumah itu yang kini kehilangan segala nya.“

__ADS_1


“Ya... Rencananya gagal,“ ujar Antony yang semua di dalangi olehnya, sehingga ingin membuat keluarga yang baru namun semuanya tergagalkan. Istrinya sudah hilang dan calon istri yang sudah dia harapkan pun tak menjadi kenyataan.


Membuat dia ini mesti sendirian menanggung kepedihan yang diciptakannya itu.


__ADS_2