Senja Muram

Senja Muram
Seperti hantu


__ADS_3

“Kita pulang dulu dan membicarakan nanti kalau bukti cukup.“ Mereka pamit pada semua yang ada disitu untuk memikirkan hal mengerikan demikian. Belum bisa dikatakan saat itu.


“Nah sudah kau ungkap sekarang,“ ujar Claudia setelah lumayan jauh berjalan, supaya bisa mengetahui hal yang hubungannya dengan peristiwa demikian yang terjadi di tempat tersebut, dan langsung bisa untuk angkat kaki dan pulang istirahat di tempat ternyaman nya.


“Siapa ya? Belum tahu,“ ujar Antony yang pikirannya juga pusing untuk menentukan siapa. Sebab sangat rumit seakan saling berkaitan satu sama lain.

__ADS_1


“Waduh kok lama. Biasanya cepat,“ kata Claudia yang sedikit mengernyit, karena nggak mengira, kalau kali ini akan lama di tempat itu. Suatu desa terpencil yang jauh dari keramaian. Berada pada suatu lembah, dimana seputar tempat tersebut juga banyak tempat tempat yang terkenal dengan daerah wingit, angker dan penuh legenda menyeramkan. Ini yang juga membuat bulu roma meremang. Seperti kali ini yang masih senja. Itu sudah membuat nyali ciut. Apalagi kalau malam menjelang. Semakin sepi. Semakin mencekam. Dan tentunya banyak dari hantu-hantu yang bergentayangan untuk penasaran bagi para pendatang. Atau hendak membawa orang jauh itu pada pemukiman sesungguhnya di alam lain yang tak kasat mata. Sehingga membuat para keluarga serta ahli waris akan kesulitan menemukannya.


“Apa kita mesti ke pom bensin dulu biar cepat menemukan hal yang demikian mudah bisa kau katakan dahulu itu?“ Timbul rencana mengerikan itu. Padahal jaraknya kan juga jauh. Tapi siapa tahu dekat dengan bau-bau an aneh dari bahan bakar serta encernya cairan itu juga semakin membuat encer otaknya yang bebal tersebut.


“Wah bakalan lama ini.“ Semakin mengeluh dia bagaimana ini dalam mengerjakan tugas sekolah yang nanti akan semakin terbengkalai dan para guru akan marah- marah. Yang dikerjakan namun tak betul juga sudah salah. Apalagi hal ini. Sudah jauh, tak mengerjakan, maka benar salahnya juga tak ketahuan. Bahkan tak dapat nilai. Mending kalau salah. Itu masih dapat nilai. Ini tak mengerjakan, dan tak ikut, maka tak akan mendapat nilai apapun. Serta akan kesulitan membuat alasan.

__ADS_1


“Iya, rumit ini,“ ujar Antony yang masih kurang data dalam menyimpulkan suatu hal yang demikian rumit. Sudah ada tapi kurang banyak.


“Kita putuskan untuk menginap disini,“ kata Antony memutuskan sebab tak tega kalau meninggalkan hal demikian tanpa kejelasan makna yang di putuskan nya.


“Waduh malah kita yang bakalan berhadapan nanti dengan para algojo si pemenggal kepala yang mengerikan penguasa desa ini kan.“ Claudia semakin ngeri. Mana mesti tidur sendirian. Kalau dengan Antony belum boleh. Dengan orang lain apalagi. Kecuali sama orang perempuan. Sedangkan perempuan di situ hampir tak ada. Maka mau tidak mau mesti sendirian. Dan tentu saja akan semakin dicekam ketakutan kalau-kalau hantu mengerikan tersebut akan mendatanginya dikala sunyi sepi dan suasana yang dipenuhi dengan kabut kekelaman. Bakalan membuat pikiran dan hanyalah nya mengembara pada satu titik buntu mencekam. Dan sepanjang malam itu bisa tak nyaman tidur nya. Kalau ingin terlelap maka mimpinya pun akan keluar mahluk menyeramkan. Kalau tetap tak ingin tidur, maka tatapannya juga akan keluar hayal mengerikan itu. Inilah suasana mencekam bagi orang yang ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2