
“Lo kamu darimana?“ tanya De La Cruz yang langsung menghadang saat si Antony tengah berada di halaman depan sekolahan. Nampaknya ada sesuatu yang hendak dia bicarakan. Maklum anaknya rajin. Apa-apa di sekolah. Baik mengerjakan tugas, belajar sampai tidur terkadang di sekolah. Sudah kebiasaan sih.
“Ini anu... sedang belajar mempersiapkan ujian mendatang itu,“ ujar Antony gelagapan. Bingung kan. Mau jujur juga nggak enak. Mau terus terang, paling hanya diemooh oleh orang yang tak pernah punya pacar. Begitu, terasa hampa hidupnya. Beda kalau berganti-ganti pacar, maka akan jebol kantong nya. Huhu...
“Kok nggak tahu?“
“Kenapa?“
“Orang kota mau datang,“ jelas nya. Akan ada rencana dan kegiatan kerja yang begitu lama diagendakan. Sehingga merata, baik di tanah ramai maupun sepi. Di sini maupun disana. Dan di lingkungan ini kebetulan pada bulan itu. Makanya perlu persiapan untuk melakukan penyambutan. Sehingga mereka tak kecewa, nantinya. Karena kedatangan mereka juga untuk menyenangkan hati para rakyat agar tak merasa diabaikan, walau sebelumnya berbeda pandangan. Namun semua dianggap sama saja kali ini.
“Kapan?“
__ADS_1
“Kan nggak tahu.“
“Makanya kasih tahu dong.“
“Pacaran mulu sih elu!“
“Enak saja...“
“Wah mesti bawa alat dong. Cangkul, sabit, linggis.“
“Yah... yah... kuno! Kita mau menanam pakai modern dong!“
__ADS_1
“Apa tuh?“
“Mesin yang bisa nanam sendiri. Jadi mesin itu di buat semaccam traktor. Lalu pada jarak beberapa meter atak di letakkan benih itu. Kemudian secara otomatis akan membongkar tanah, menanam benih, lalu menimbunnya lagi. Begtu seterusnya hingga lahan yang tersedia penuh dengan bibit pohon unggulan. Begitu, untuk kelancaran pertumbuhannya maka akan dilakukan perawatan rutin. Baik itu memupuk, menyiangi hama yang tak berfungsi, juga membiarkan rumput yang tak mengganggu supaya tanah ada resapannya. Jadi bagian subur tak terkikis oleh air yang datang terus terusan.”
“Ah, kalau gitu aku mau ikut sepeda sehat saja,“ ujar Antony yang kayaknya sedikit kliyngan akibat penjelasan panjang lebar yang begitu mengena, namun bagi si Antony membuat pusing. Jangankan yang panjang lebar dan sedikit membutuhkan pemikiran. Ini tentang yang enak saja sudah bikin payah, malah akan dilakukan hal yang membingungkan itu. Bisa-bisa jatuh nanti. Lebih baik memikirkan yang enak saja.
“Lo kenapa rubah?“
“Nyari yang enak. Siapa tahu dapat hadiah sepeda.“
“Hus...“
__ADS_1
Begitu tuh. Malah mencari enaknya saja. Ini dipersiapkan untuk reboisasi hutan agar berjalan dengan lanar. Malah miih sepedaan. Nanti siapa yang bakalan bergerak menanam hutan, agar penghuninya tak marah. Dan minta untuk dilakukan penanaman lagi. Agar ada rumah baginya yang rimbun. Maklum.