Senja Muram

Senja Muram
Gua


__ADS_3

“Ini lokasi lainnya. “


Keberadaan mahluk tersebut yang oleh orang-orang para pemerhati mahluk aneh demikian membuat tercengang karena tak menyangka akan menemui suatu keajaiban alam. Tak banyak yang mengalaminya. Bahkan andai ada orang yang berani, serta berusaha mencari keberadaan si mahluk juga belum tentu ketemu.


“O disini.“


“Ya.“


Mereka memandangi satu sudut lokasi dimana kini mereka tengah berdiri pada sebuah tempat sepi dan sangat mencekam ini.


“Dekat gua,“ ujar mereka memperhatikan lokasi tersebut berada di suatu gua tengah hutan yang tentu saja sangat sunyi.

__ADS_1


“Jangan-jangan itu rumahnya.“


Seperti biasa mahluk-mahluk demikian sangat suka pada bentang alam yang terbuat dengan sendirinya, pada satu sisi yang kokoh.


“Kalau demikian dia nyata binatang atau mahluk nampak lain dan bukan satu sosok yang tak kelihatan atau makhluk astral. sebab dia nampak. “


“Gua yang dalam.“


“Cetek saja. Buntu.“ Relung.


Memang bagian itu hanya membentuk semacam relung saja. Tidak tembus pada sisi bukit di seberangnya. Rupanya air jaman dahulu hanya mampu menggerus tepian tebing itu saja. Tidak sampai menjebol hingga bagian dalamnya. Karena kalau air itu alirannya mampu menembus, maka goa itu akan membentuk semacam keindahan alam yang memang luar biasa jika diperhatikan. Akan menjadi suatu karya seni alami yang terbentuk dengan sendirinya, tanpa gores campur tangan manusia untuk membentuknya. Namun kebanyakan air hanya mampu menjebol sisi luarnya saja. Itu sudah bisa disebut goa.

__ADS_1


“Dia dari dalam?“


“Kalau dia dari sana, maka keluarnya dari situ juga, sebab pintunya hanya satu.“


Dan itu bukan suatu pintu.


“Disana itu disampingnya pada sisi atas dia berada.“


Nampaknya dia berasal atau tengah menuju gua itu. Tapi tak jelas, dia dari sana atau tidak. Tinggal atau tidak. Kalau mahluk astral. Maka dia tinggal dan tak terlihat dalam goa itu. Namun bila itu layaknya binatang, dia hanya tinggal untuk satu keperluan khusus. Yang jelas kali ini tak nampak keberadaannya pada goa itu.


Mungkin memang itu rumahnya, atau sekedar dia singgah untuk berteduh, menghindari cuaca ekstrim yang merubah situasi dalam tubuhnya. Jika dia memang bukan mahluk astral maka keberadaan gua itu bukan merupakan rumahnya. Andai ada yang melihat dia di dalam situ, maka itu hanya sebagai tempat singgah. Sebab mahluk semacam itu tak memerlukan tempat. Dia masih butuh makan. Dan makanan itu tak ada disekitar lokasi gua. Dia mesti mengejar mangsa. Dimana tempat tinggal hanya menjadi penghalang. Sebab dia kuat dalam menghadapi situasi alamiahnya. Berbeda dengan kelompok manusia yang mesti membuat tempat tinggal. Karena kebanyakan manusia tak sanggup menghadapi perubahan suasana. Khususnya akan lingkungan yang berubah. Tubuhnya tak sanggup menahannya. Makanya perlu berbagai fasilitas guna menangkalnya. Salah satunya tempat tinggal yang mampu mengurangi perasalahan itu. Misalkan hujan yang bisa membuat dingin. Maka rumah bia menghangatkannya. Atau panas, maka akan terlindungi. Sementara mahluk liar tak akan terpengaruh pada semua itu. Andai bila dia membuat rumah, semacam sarang, maka itu diperuntukkan bagi anak-anaknya yang tak mempunyai kekuatan alamiah itu. Kalau si anak sudah kuat menghadapi cuaca, dia juga tak memerlukan sarang tersebut, yang dirasa hanya mengganggu keberadaannya.

__ADS_1


__ADS_2