
“Nah sampai kita di muara sungai ini,“ ujar Antony.
Perahu merapat pada suatu tepian sungai. Dimana pohon-pohon rawa banyak tumbuh. Sebelumnya banyak dermaga kecil yang sengaja dibuat untuk berlabuh perahu bagi orang-orang yang tinggalnya di tepian situ. Dermaga itu hanya cukup untuk merapat sedikit kapal. Selain itu hanya buat kapal-kapal kecil saja . paling besar jenis compreng. Itu juga tak banyak. Dan sebagian besar lainnya hanya untuk perahu mancung yang sengaja di tambat oleh pemiliknya agar bisa bepergian dengan tanpa khawatir perahunya lepas terhanyut. Tak hanya orang daerah situ saja yang mem fungsikan nya. Namun banyak para pelabuh yang bersedia dating untuk membawa barang dari luar atau justru mengambil barang dari situ. Jadi tak heran, kalau menjadi mahal untuk satu produk makanan yang hanya demikian saja. Sebab memang transportasinya demikian sulit. Belum lagi kalau benda yang dicari tak ada. Itu akan menambah sulit dalam mendapatkannya. Karena mesti mencari sendiri dengan tingkat kesulitan yang sudah bisa diperkirakan. Selain barang yang sulit, membawanya mesti hati-hati. Tidak semua perahu sanggup mengangkat benda-benda penting yang dibutuhkan itu. Andai ringan perahu jenis mancung dari kayu mungkin bisa dipakai. Tapi kalau yang besar.
“Di sini kita mancing nya?“
__ADS_1
“Boleh. sebar saja kail itu.“
“Saat kita mancing gini terus ada ombak dari belakang terus kita terhantam dan sampai di pulau itu terus kita bertemu dengan mahluk-mahluk dan orang-orang mengerikan kan?“ ucap si Claudia. “Paham gua.“
“Kok menebaknya gitu?“
__ADS_1
“Ini muara sungai.“
“Itu pulaunya.“
“Itu jauh sulit menjangkau daerah itu apalagi banjir.“
__ADS_1
“Belum kalau air pasang meluap. Bertambah parah. Kita kesulitan untuk kembali nanti.“ Mereka terus menatap air yang begitu banyak sembari berpikir tentang apa, bagaimana, bilamana dana pa yang terjadi jika perkiraan mereka tepat. Sebab itu belum laut. Tapi masih pada sebuah aliran sungai besar, meskipun airnya sudah terasa asin. Sebab memang terhubung dengan laut. Dan itu menyebabkan air nya payau. Hingga habitatnya pun daerah rawa air payau. Yang tak bisa hidup pada daerah di sebelah hulunya yang sudah berbeda rasa. Walau demikian apa yang tampak tersebut selalu bisa menghasilkan. Dengan aneka perbedaan yang jelas terasa. Dan itu menjadikan satu keberagaman yang menghiasi kehidupan. Disitu apa yang dihasilkan ternikmati juga. Tentang ikan yang berbeda dengan pada daerah tawar. Juga tanaman yang tumbuh diseputaran nya. Dengan tumbuhan laut yang unik dengan kayu-kayu sisa yang masih bisa ditemukan. Dan membentuk fosil yang unik. Kemudian menjadi hiasan indah dengan terbentuk secara sendirinya. Hal ini terjadi akibat rendaman air yang tak membuatnya busuk, walau dalam air. Namun karena kayu yang terbentuk demikian kuat, membuat zat dalam air tersebut semakin menguatkan inti dari kayu hutan itu. Dan membuatnya semakin bertambah keras. Walau kalau masih hidup kayu itu tergolong kayu lunak yang tak bagus untuk membuat suatu bangunan. Tapi karena bertahun-tahun keberadaannya sehingga alam demikian canggih membentuk menjadi hiasan unik yang begitu indah. Dan bagi orang-orang sekitarnya menjadi penghasilan yang lumayan banyak demi kesehariannya itu. Di samping pendapatan sehari-harinya mencari ikan. Sebab ikannya juga melimpah. Seakan alam demikian murah hati membagikan apa yang bisa dihasilkan tanpa perlu menabur. Kalau mau sedikit sabar menunggu, maka akan mendapat yang diinginkan.