Senja Muram

Senja Muram
Aturan


__ADS_3

“Ya sudah pak kalau begitu.“ Antony sudah ingin saja menghindari orang tua bijaksana itu. Setidaknya untuk kali ini. Kalau tidak nanti akan sulit melepaskan diri lagi. Makanya dia mesti berpaling muka. Kalau perlu hendak pergi sejauh mungkin dari tatapan beliau.


“Lo gimana sih? Mesti dihukum dulu,“ ujar si Bapak dengan penuh nada dasar Bariton. Yang tentu saja membuat terkesiap sampai menghentikan segala langkah. Demi tak membuat si punya suara bertambah murka. Bakalan bertambah runyam urusan. Serta akan menambah beban memberat di setiap gerakannya. Itu belum seberapa. Jika hukuman nanti ditambah maka semakin repot. Bakalan capek, serta lebih tersiksa lagi. Hingga dalam setiap pembelajaran akan selalu ada efek tak enak nya.

__ADS_1


“Lo?“


“Iya dong kan selalu menghindar kalau dicari.“

__ADS_1


“Waduh.“


Apalagi bila melanggar. Kalau tidak poin ya hukuman fisik yang sangat menakutkan. Itu demi kedisiplinan semuanya. Kedisiplinan yang demikian indah jika dilakukan dari kecil. Maka sedini mungkin mesti ditanamkan satu aturan ketat itu. Hingga di masanya akan mudah menyesuaikan diri. Untuk selanjutnya bakalan sanggup lebih memahami akan arti pentingnya sebuah ketaatan akan aturan. Selain buat diri sendiri, juga lingkungan lebih tertata.

__ADS_1


Bahkan tak hanya siswa, pendidik dan tenaga kependidikannya juga bakalan kena sanksi jika melanggar sesuatu yang sudah menjadi aturan. Sebab kalau tidak demikian, aturan itu seakan berat sebelah. Walau tentu saja porsinya berbeda, bahkan bentukannya juga lain. Sebab anak nakal dan anak baik juga mesti diperlakukan berbeda. Kalau sama, maka akan sama juga hasilnya. Demikian juga usia. Ketika anak-anak tak mampu menikmati masa dewasa, sementara orang dewasa sudah menjalani kehidupan anak-anak. Maka rasa penasaran juga sudah lain. Dan ingin tahuan juga berbeda. Serta pengetahuannya sudah berlainan.


Jadi hal ini sudah wajar. Bahkan bisa dibilang tidak ada hukum yang tak dilanggar. Itulah fungsinya aturan. Harus ditaati, tapi bila tak ada yang melanggar maka akan menjadi bahan candaan. Hingga akan dibuat aturan baru. Aturan yang sangat nyesek. Tapi membuat semuanya nyaman. Hingga taka da yang merasa diuntungkan dan taka da yang dirugikan. Seiring pengabdian yang dilakukan juga. Sebab akan kesulitan kalau dipukul rata dari awal hingga akhir. Yang merasa dirugikan oleh sebuah aturan bahkan bisa menyedihkan kalau yang sudah lama berbakti harus terpinggirkan karena alasan yang tak masuk akal. Sehingga merasa tak dihargai. Bahkan merasa dikhianati oleh aturan tadi itu. Seyogyanya kalau semuanya juga terpikirkan baik buruknya dan kemungkinan akan adanya hal yang lebih baik demi berjalannya sebuah kehidupan yang mapan dan tertata.

__ADS_1


__ADS_2