Senja Muram

Senja Muram
Diskon gede-gedean


__ADS_3

Kleo Jualan Lagi. Biasa sudah hobi. Lagipula bat apa kalau waktu luang tak dimanfaatkan. Mendingan begitu, sembari cari untung. Siapa tahu duit yang sudah dia kumpulka bakalan membukit, untuk kemudian terus meninggi dan meninggi. Akhirnya meletus menjadi sebuah barang mewah yang snaggup terbeli dengan usaha dari tangannya sendiri. Bukankah itu sebuah kebanggaan?


Ada yang beli. Tiga biji. Harga diskon tiga-tiganya. Makanya diajak bicara sama Kleo. Terus suruh mbayar pas. Biar orang itu tak datang kembali. Nanti tak banyak untung dirinya. Kan untuk modal lagi, terus buat keperluan sehari-hari, juga buat kesenangan yang lain. Karena kesemuanya itu juga diambil dari uang lebih penjualannya.


“Ayo bu yang lain.“


“Mana?“


“Ini lagi diskon.“

__ADS_1


Di perlihatkan barang-barang tersebut. Ada yang menjelang akhir, ada yang sudah rusak. Bahkan ada yang BS, barang sortiran, broken sizedan sebagainya. Pokoknya benda-benda tersebut sudah payah. Kelihatannya tak bakalan laku kalau dijual dengan harga peuh. Makanya sedapatya. Asal laku. Toh dalam tokonya merupakan benda-benda ber merk yang begitu melegenda. Serta semua itu sudah di luar modal akibat sudah banyak yang terjual demi menutup modal serta ada untung sebelumnya. Makanya para pembeli juga tak kecewa. Meskipun barang tersebut sudah kurang sesuai dengan produksi awal yang benar-benar terjamin kualitasnya.


“Ah enggak lah. Sudah punya.“


“Yang belum punya apa?”


“Kan bisa diganti-ganti bu.”


Kleo terus berupaya agar bisa mengalihkan perhatian. Memang benda di sini untuk keperluan sehari-hari. Tapi kan bisa habis. Makanya selain untuk jaga-jaga, jika sudah punya, juga bisa untuk persediaan yang sewaktu-waktu mesti dipakai. Sebab itu bahan pokok. Yag dibutuhkan. Dan bisa dipakai untuk segala keperluan yang saling mendekati. Misalkan sabun, selain buat mencuci, bisa juga untuk membersihkan perkakas. Dan itu jka darurat serta enggan pergi belanja ke warung terdekat. Karena sebenarnya fungsinya sama. Hanya beberapa keperluannya saja yang kemudian mesti disesuaikan dengan aturan pakai, dengan tigkat lembek dan busa yang berbeda. Itu bisa dijadikan alasan bagaimana mempromosikan produk yang dirasa sangat paling sesuai dengan fungsi yang seharusnya digunakan. Hingga hal itu menjadi satu penjualan tersendiri demi mendapat keuntungan.

__ADS_1


“Sepuluh ribu semua lo?“


“Sudah punya. Yang belum punya yang murah - murah itu.“ Si Pembeli tetap saja tak mau. Karena memang demikian. Kalau apa-apa dibeli, uang belanja buat satu bulan, bisa-bisa tak menjangkau. Hanya untuk membeli sesuatu yang murah namun tak begitu dimanfaatkan, karena sudah banyak di rumah, yang kesemuanya di dapat dari diskon-diskon murah sebuah took serba ada yang banyak menawarkan penjualannya. Itu semua dilakukan karena untuk mengejar target dalam satu periode penjualan. Yang terkadang jangkauannya tidak sama. Misalkan barang awet, maka target mesti panjang. Dan barang yang mudah busak, harus laku dalam tempo yang secepatnya, dimana diusahakan agar benda tersebut masih segar, tidak layu sebelum laku. Itu namanya usaha. Dimana ada modal maka akan dapat untung. Jadi mesti laku. Dengan banyaknya barang, maka untung yang sedikit, tentu bisa menjangkau keuntungan kalau menjualnya banyak. Dan jika hanya satu, maka mesti mahal, supaya yang Cuma satu – satunya itu bisa menghasilkan.


“Atau pulsa sekalian? Seratus biar banyak hadiah.“


“Tak!“


Pembeli pulang dengan senang. Namun tak melihat kalau diskonnya payah.

__ADS_1


__ADS_2