Senja Muram

Senja Muram
Makan mie


__ADS_3

“Claud….“


“Apa Nek?“


“Si Antony pernah bilang apa sama kamu?“ tanya nenek. Jangan-jangan anak muda itu terlampau jauh menjanjikan harapan pada si gadis. Karena itu biasa terjadi. Asal njeplak saja istilahnya. Walau akhirnya belum tentu terlaksana. Tapi kata itu sudah mampu menyenangkanhati si gadis yang seakan memberi pengharapan akan kasih yang tentu bisa jadi bisa tidak. Kalau iya, maka terlaksana, tapi andai tidak, itu hanyalah satu bentuk kata-kata yang batal di wujudkan.


“Enggak bilang sih. Karena kami masih mau kuliah.“

__ADS_1


“Dan sekarang tengah fokus untuk menghadapi ujian akhir sekolah. “


Nenek hanya diam saja. Dia memahami perasaan anak muda. Karena dulu pernah begitu. Juga apa yang dilakukan orang tua. Selain hanya demi pengalaman yang sudah dilewati dan banyak makan asam garamnya hidup. Maka segala yang dikerjakan anak muda, baik buruknya dia juga memahami itu. Tak selamanya anak muda berbuat ceroboh. Namun juga tak selamanya mereka benar. Masih banyak sekat yang mesti dibuat, agar si anak tak terlampau jauh dalam melangkah. Namun juga tak menghentikan kiprah mereka dalam hidup bersosial. Sebab kalau dikekang juga akan percuma. Selain untuk saat itu dampaknya, di kemudian waktu akan lebih parah. Merasa apa-apa yang dilakukan orag tua kurang. Apa yang diberikan keliru. Sebab masa muda merupakan masa dimana pergolakan masih sering terjadi. Sehingga masih butuh banyak keinginan yang mesti tercapai.


“Cuma dulu pernah ngomong.“


“Apa?“

__ADS_1


“Begitu nek. “


“Oh.“


Hanya itu yang bisa terucap. Sebab seorang tua pun menginginkan apa yang terbaik untuk sang cucu. Kini seakan semua sudah jadi cucu saja. Karena apa yang diinginkan orang tua. Yang tak bisa didapat oleh seorang kemarin sore selain hanya bisa membuat senang hati sang tua. Dimana usia senja itu diakhirnya menyukakan apa yang diinginkan menjelang akhir tersebut. Pun pula keadaan ini akan semakin membuat senang dimana orang muda itu semakin menyenangkan hati orang tua kala berbuat yang baik dan sangat menyenangkan di lingkungan. Kemudian pada social kemasyarakatan dan juga pada lingkup yang lebih luas lagi. Setidaknya pada keluarga juga membuat hati senang. Itu dirasa sudah cukup membanggakan hati sesama.


Keduanya lalu makan bersama.

__ADS_1


Enak juga rasanya.


Apalagi baginenek-nenek yang mudah kenyang. Sedikit saja sudah cukup. Daripada terlampau banyak, tapi perutnya seakan ingin menolaknya saja. Entahlah. Semakin hari, makanan itu seakan hambar. Semakin tua semakin senja. Mulai meredup. Maka perut juga seakan menyempit saja berganti dengan penyakit dan segala kekurangan. Itu menjadikan rasa sebah di dada. Sedangka semuanya seakan erlalu tanpa kata seiring dengan waktu yang juga merunduk jatuh. Enggan menegak kembali untuk memanaskan suasana dimana membiarkan untuk menjadi dingin dan dibiarkan terus mendingin dan menanti fajar esok kan kembali memanaskan hari. Pertanda untuk segera silih berganti, dari yang taka da menjadi ada, dimana ada pagi, aka nada petang. Dan dimana ada yang lama akan muncul kembali hal-hal yang baru. Perputaran yang tak diinginkan namun akan terus terwujud.


__ADS_2