
“Tak banyak kan yang kita dapat dari rumah itu?“
“Iya, masih seperti kemarin.“
“Bagaimana ini semakin rumit saja kisah ini?“ ujar Claudia tak tahu mesti berpikir apalagi. Ingin pulang namun masalah belum kelar-kelar juga. Dimana ingin dia istirahat di rumah untuk kemudian memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan tugas dan kewajibannya. Akan lebih enak jika hanya berpikir mengerjakan soal dan tugas dari gurunya. Tanpa perlu ketakutan begitu. Yang akan bertemu dengan mahluk mengerikan. Kalau mengerjakan tugas, paling hanya akan bertemu dengan guru killer. Itu bisa diatasi dengan segala tugas yang dikerjakan, maka akan lunak hati orang itu. Untuk kemudian memberi nilai yang bagus. Sementara kali ini tak jelas bagaimana akhirnya. Mau lanjut atau di tinggal kabur saja. Yang sama sama tak mengenakkan. Jika diteruskan juga akan berhadapan dengan mahluk mengerikan, kalau ditinggal pergi akan kasihan sama si Cruz itu.
“Ke kedung lagi saja,“ ujar Antony. Mencoba melihat lagi situasi aneh, dimana banyak air sungai tergenang disana terasa tersimpan misteri yang mengerikan. Dia akan mencoba mengulang sesuatu yang mungkin sempat dia lewatkan dalam beberapa perjalanan waktu sebelumnya. Dia akan mencoba lebih teliti dalam mengamati hal-hal yang mungkin terasa remeh. Namun itu yang bisa dijadikan patokan. Sehingga runtutan kisah akan bisa dia rangkai ulang. Untuk kemudian mencapai titik dimana dengan yakin ditemukan penyelasaian nya.
__ADS_1
“Ada buaya juga,“ kata Claudia masih merasa ngeri jika mengingat kala melihat binatang bermoncong mengerikan itu tengah minum banyak-banyak tapi tak kembung. Lebih baik jika dia ketemu dengan yang lucu-lucu. Seperti kelinci, kadal atau kampret. Semua akan membuatnya terhibur. Beda dengan yang mengerikan itu, bahkan dalam mimpi juga terasa terus mengejarnya. Hingga tak ada tempat untuk melupakannya.
“Kali aja sekarang bisa kita tangkap kalau kelihatan lagi,“ ujar Antony. “Siapa tahu, nanti bisa dibuat tas kulit atau dompet dengan sisik yang mahal.“ Sebab selain bisa dibuat menjadi berbagai peralatan, binatang itu juga bisa dijadikan contoh dalam hal kesetiaannya. Dimana dia hanya mau menerima satu pasangan dalam hidupnya. Tidak seperti buaya darat yang gonta-ganti pasangan.
“Itu Kedung nya.“ Perjalanan senyap mereka sampai di lokasi yang menjadi tujuan utama kali ini.
Dilihatnya seperti kemarin. Air yang tenang namun menyimpan segudang misteri, yang mungkin ada didalamnya dan sangat mencekam andai diperhatikan sungguh-sungguh. Keadaan yang tak kentara, tapi jelas terasa andai di rasakan lebih dalam. Daripadanya akan tersembul dari kelamnya air, yang tak nampak dasarnya. Terasa akan muncul jika sesuatu di sibaknya dan airnya dikembalikan pada kondisi jernih, hingga nampak pada dasarnya. Tapi pekatnya air dan buih yang terjadi akibat pusaran dan luncuran air dari hulu membuatnya tetap tak bisa dijangkau dasarnya.
__ADS_1
“Tak nampak buayanya. Kali ini entah kemana binatang bermoncong lucu itu menghilang. “
Kini golakan air nya saja, sama sekali tak nampak. Yang menandakan kalau binatang itu tengah berenang.
“Tak ada hantu berarti kan? “
Itu yang berikutnya muncul dari benak karena yang menyeraman sudah tak terlihat lagi disana.
__ADS_1
“Ya sudah. Sana kalau mau renang,“ kata Antony yang ingat kalau tujuan Claudia kesini ingin menikmati kesejukan air pedesaan yang masih alami.
“Ogah ah. Entar dia muncul lagi,“ katanya masih merinding jika mengingat kejadian dulu saat sudah main buka-bukaan tahu-tahu muncul.