
“Kita cari pistolnya,“ ujar Antony setelah mandi dan makan senja pada suatu ruangan yang sudah tersedia oleh keluarga Kakak De La Cruz.
“Itu ya masalahnya. Sebab meninggalnya orang itu karena tembakan, maka kemungkinan dari senjata itulah yang membuatnya demikian.“
“Yang jadi inti soalnya memang hal itu,“ ujar Antony lagi dan terus melihat-lihat kalau-kalau justru berada disitu apa yang dicari. Sebab kalau tak ada bukti akan kacau. Dan dianggap sebagai jawaban tanpa ada data dukung yang mempertegas pernyataannya itu.
__ADS_1
Dulu waktu ada pertanyaan dengan menjawab serentetan keterangan tanpa tape pendukung juga akhirnya kalah pada suatu persidangan yang sangat menentukan bagi tertuduh tersebut.
“Makanya berusaha kita cari sampai dapat kalau begitu,“ ujar Claudia yang ikut mendukung setidaknya agar segera tuntas dan sampai usai untuk berikutnya melegakan semua pihak. Baik yang meminta atau si pembuat durjana itu berada pada konsekuensi atas perbuatannya hingga menjadi sadar diri untuk merubahnya, serta pada kehidupan selanjutnya lebih tertata lagi pada jalur kebenaran yang tentunya semakin lurus.
“Ya dimana.“
__ADS_1
“Yang kemudian menjadi jelas.“
“Tapi siapa“
“Maka jika senjata itu ada di kamarnya juga akan langsung ketahuan sang pembunuh itu. Yang jelas sampai kini juga tak jelas.“ Itulah pemikirannya. Andai senjata itu ada di kamar salah satu terduga. Maka akan semakin jelas kasusnya. Orang itu yang melakukannya. Hanya saja menyimpannya juga tak ketahuan. Bahkan identitas sang pembunuh juga belum jelas. Maka untuk memastikan menuju ruangan yang mana tak paham juga. Masih memerlukan banyak bukti yang menguatkan. Tidak bisa asal tuduh. Akan membuat kegaduhan nanti. Bahkan akan bisa salah tangkap. Iya kalau yang menangkap Cuma tetangganya. Mungkin hanya dikurung bareng ayam atau bebek. La yang menangkap yang berwajib, maka akan mendapat kewajiban nantinya.
__ADS_1
“Atau pada suatu lokasi khusus. Bisa pada kotak tempat senjata atau pada suatu brankas khusus. Mengingat benda tersebut dianggap mahal.“ Itu juga menjadi pemikiran lainnya. Dimana perkiraan tersebut muncul silih berganti. Tempat apa? Dan bagaimana? Sedangkan sekarang tempat senjata itu juga bermacam-macam, meskipun hanya untuk satu senjata saja. Maka dari sang produsen akan membuat ciri khas yang mengindikasikan senjata tersebut dibuat. Serta penyesuaian dengan bentukan dari senjata tersebut, agar dalam penyimpanan maupun kemudahan pemeliharaannya akan lebih mudah serta tahan lama untuk penggunaannya nanti.
“Yah kita kesulitan kini.“ Keduanya mengeluh. Mana belum paham juga pada daerah yang baru kali ini diinjak oleh kaki mereka. Menambah rumitnya suasana. Mau melangkah tidak enak. Mau meneliti belum tahu. Mana-mana saja daerah yang mendekati kemungkinan. Yang paling mendekati adalah kamar dimana perempuan itu meninggal. Tapi jika menuju tempat itu juga mesti ijin. Terutama dari si pemilik rumah. Kalau tidak akan jadi masalah. Dia akan menuduh balik. Dimana orang luar berani-beraninya masuk pada tempat pribadi yang punya otoritas khusus. Hal sepele itu saja sudah menjadi halangan tersendiri. Belum lagi kalau si pembunuh sesungguhnya yang tak terima, andai identitasnya terkuak. Maka dia bakalan murka. Dan balas membunuh untuk semakin menutupi perbuatannya. Dimana suatu pembunuhan akan ditutupi dengan pembunuhan yang lain agar tak terdeteksi.