Senja Muram

Senja Muram
Manusia Serigala


__ADS_3

“Ya sudah bagaimana lagi. Tak ada apa-apa yang bisa kita dapatkan hari ini. “


Apa yang dicari seakan sembunyi atau bahkan memang tak ada dan semacam hayalan orang-orang yang tengah berhalusinasi. Sebab daerah ini memang sepi. Jadi tak menutup kemungkinan kalau orang yang lewat juga mengalami perasaan takut yang tiba-tiba dating menghinggapi. Jadi bentukan-bentukan umum yang kini terlihat sangat banyak di dalam hutan itu seakan menjadi satu sosok yang mereka takutkan dan demikian saja langsung membayang dalam pikiran mereka untuk kemudian merubahnya menjadi sosok yang ditakutkan tersebut dalam bentuk nyatanya. Dan berikutnya bentukan khayal itu yang diceritakan ke orang-orang serta kisah mereka ini yang berikutnya tersebar luas seperti debu yang tertiup angina, semakin kuat angina tersebut, maka serbuk nya akan menyebar kemana-mana. Dan berikutnya kisah yang sangat menarik itu, terutama bagi para takut, akan semakin mengompori pikiran mereka akan semakin panas saja serta berikutnya enggan untuk melewati daerah tersebut. Tapi bagi para pemberani ini kebalikannya, menjadikan daerah misterius tersebut mengundang adrenalin mereka yang tertantang untuk membuktikan dengan mata kepala sendiri agar mendapatkan pengalaman yang lain dari yang lain.


“Tak ada yang bisa kita lihat disini. Mungkin karena ini masih siang dan cahayanya benar-benar tak bagus untuk dia. mungkin nanti purnama kita keluar dan mencarinya lagi. sebab seperti kebanyakan kisah para manusia serigala itu bakalan keluar disaat purnama tengah bulat-bulatnya dan punya energi penuh.“ Memang banyak legenda yang mengkaitkan antara sinar matahari yang terik dan menyilaukan bakal membuat si manusia serigala bahkan mahluk halus lainnya akan tak nyaman atau bahkan dalam berbagai kisah buruk, akan membawa nasib jelek dengan tubuh yang langsung hancur luluh akibat kontra dengan kekuatan alam energi menyengat tersebut. Dan ini yang sering dianggap berbeda dengan manusia kebanyakan yang justru membuat sinar itu sebagai vitamin.


“Ya kali yah?“


Mereka pasrah. Hendak meninggalkan tempat di hutan itu yang menurut manusia-manusia yang pernah melihat benar-benar suatu kenangan.

__ADS_1


“Yuk pulang.“


“Ayo.“


“Biar kita tidak kemalaman apalagi ini daerah sepi dan masih dalam hutan yang mestinya kita hindari sudah tak ada orang lewat kelihatannya baik para pencari kayu maupun para penjelajah petualang.“


“Eh apa itu?“


Mereka sejenak terdiam menajamkan penglihatan pada satu sosok yang tiba-tiba keluar dari rerimbunan semak jauh di depan mereka pada suatu tikungan penuh semak. Nampak suatu bentuk yang aneh dan terasa lain dari yang lain.

__ADS_1


“Itu… itu….“


Tunjuk si Kleo dengan wajah pucat pasi seakan tak percaya pada apa yang dilihatnya.


Nampak satu sosok seperti manusia yang berjalan tegak tapi kepalanya berbentuk Serigala. Dia dengan santainya berjalan dari rerimbunan tadi, menuju ke arah yang berlawanan dengan mereka, seakan tak mengetahui kalau ada mahluk lain di sekitar tempat tersebut. Mukanya yang mirip Serigala itu terus saja menatap pada arah yang berlawanan dengan mereka.


“Ayo lari!“


Itu yang berikutnya tercetus dari otak mereka dan secepat mungkin meninggalkan tempat tersebut. Meskipun yang dicari kini ada di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2