Senja Muram

Senja Muram
Mesin


__ADS_3

“Loh Kleo disini?“ ujar Antony yang hampir bertabrakan saat akan masuk ke box ATM terdekat.


“Mau ngapain?“ tanya Kleo yang baru keluar.


“Ini mau ambil duit. Kamu?“


“Sama. Ambil uang juga. Ada rencana mau buat melunasi hutang sama modal jualan lagi.“


“Wah hati-hati lo!“ ujar Antony seakan memberi saran. Memang taka da salahnya sih mengambil uang banyak lalu dia memberi saran. Kan temannya. Dari[ada sedih, mendingan apa yang kira-kira bisa dihindari akan keburukan itu bisa dilakukan juga. Dan itu yang kali ini dibuat oleh antony. Supaya si pemegang harta, bisa lebih waspada dalam menggunakan harta yang sulit di cari di masa pembangunan ini, dimana penyakit semakin meningkat, namun vaksin juga meningkat.

__ADS_1


“Kenapa rupanya?“


“Ada yang kena hipnotis.“


“Wah…“ si Kleo heran. Dia memang sering mendengar akan hal demikian. Dimana banyak orang yang melakukan serta dilakukan untuk satu kejahatan yang tak Nampak, namun terasa. Dan dampaknya sungguh sangat fatal. Terutama buat sang korban. Yang mesti kehilangan anu dan anu. Sehingga harta bendanya langsung habis tak bersisa, atau sisa tapi sedikit sekali. Yang tak cukup buat makan tujuh turunan. Bahkan mungkin sekali tanjakan. Yang jelas memang menyedihkan. Sebuah harapan untuk satu rejeki sisa dari berbagai keperluan yang sudah dipersiapkan, nyatanya mesti terbuang, dan hanya bisa gigit jari sembari merasakan isapan jempol yang tentu saja tak bisa dianggap remeh. Serta kemudian akan mencari lagi dari awal dimana yang dicari belum tentu di dapat dengan mudah. Bahkan untuk satu usaha yang tak seberapa lancer, terkadang honor itu menjadi horor yang menjadi mengerikan berikut menyebalkan karena tak kunjung cair pada tanggal dan waktunya yang molor.


“Baru keluar dari ATM, tahu-tahu uangnya diminta. Nomor sama pin nya juga,“ jelas Antony yang menjelaskan kronologi kengerian nya itu. Dan membuatnya mesti waspada serta bermaksud supaya kawan nya itu juga lebih waspada akan segala sesuatu yang terasa mengerikan ini. Bukan horor tapi tetap membuat bulu kuduk merinding menahan amarah yang tersisa.


“Makanya hati-hati, itu, uang itu tadinya kan mau ambil 15 tapi tak jadi terus Cuma mengambil sepuluh. Lah yang lima diambil sisanya yang satu juta diambil lagi. “

__ADS_1


“Ih serem yah?“


“Itulah hipnotis. “


Namanya jaman serba canggih. Hipnotis saja sudah menjadi barang mainan. Seperti di luar sana. Katanya mau mendapat 25 nol nya enam. Lalu diminta nomor rekening sekaligus PIN. Dan tahu-tahu uangnya tidak bertambah malahan uang di dalam rekening yang sangat banyak itu terambil 50. Tinggal sedih jadinya. Mana tidak hanya satu lagi yang menulis. Bermacam-macam negara serta Bahasa yang berbeda. Asal keliru menusuk pada Keyboard HP, terutama yang suka game, maka akan dibawa pada satu persoalan yang menggiurkan. Untuk kemudian mencari-cari identitas dan lain sebagainya. Itulah satu bentuk kecurangan baru yang sedikit banyaknya terasa mengerikan bagi seorang pekerja yang baru mendapat gaji sedikit langsung habis hanya berharap mendapatkan satu rejeki tambahan namun berakhir secara menyebalkan. Dan itu terus berkelanjutan untuk berganti orang demi orang pada satu lokasi yang berbeda bahkan untuk wilayah negeri yang berlainan juga. Dimana sampai sekarang tetap bebas melakukan hal tersebut.


“Ya sudah, ayo kita jajan.“


“Di mana?“

__ADS_1


“Warung itu saja, yang cuma seporsi 30 ribu.“


__ADS_2