
Berikutnya menemui sebuah keanehan.
Ada bangunan kecil tertutup kain. Disekitarnya membentuk gundukan seperti makam. Tapi kalau makam di hutan itu bentukannya datar biasa. Hanya dengan di tandai batu penanda. Ini dibuat gundukan yang isinya hanya batu-batu bersudut dengan ukuran yang berbeda-beda, dan ditumpuk begitu saja. Asal terkumpul. Tanpa satu penempelan yang khusus oleh para ahli, agar membentuk sebuah bentukan asli seperti layaknya, kala pertama kali di bangusn bentukan tersebut. Dengan tanpa adanya orang berpengalaman, maka batu-batu itu hanya Nampak semacam tanah basa saja. Dan andai di susun juga memerlukan waktu lebih panjang. Lain jika ditemukan pada saat setelah runtuh, meskipun menghilang, tapi masih Nampak struktur bentukannya. Sehingga lebih memudahkan dalam memugar nya kembali.
Diatasnya ada batu bulat tinggi. Semacam lingga. Namun yoninya sudah tidak ada. Berganti dengan tumpukan-tumpukan batu yang semestinya tak di situ. Namun ditumpuk sembarangan mesjkipun akhirnya membentuk sebuah undakan bangunan. Tapi selayaknya tak seperti itu. Hanya agar tak berserakan saja. Dan pada awal tadi menjadikan bangunan itu juga indah.
Pada bagian bawahnya ada bentuk dasar sebuah bangunan persegi empat yang bersih.
__ADS_1
Didekatnya ditemukan berbagai macam benda yang aneh-aneh.
Ada patung. Bentuknya seperti orang duduk dengan kaki di tekuk sebelah. Dan yang lain membentuk seperti orang tengah duduk santai. Dengan tangan yang tak sejajar. Satu diletakkan di atas lutut. Dan bermahkotakan seperti tiara. Duduk diatas sebuah lapik bundar yang menggambarkan bunga padma. Juga tampak ada gelang, kalung kelat bahu, serta hiasan lainyang enutupi tubuh sebagai pengganti baju yang memang tak mengenakannya.
Di kolam ada tugu menyerupai bentuk bangunan yang meninggi.
Serta batu-batu yang berserakan.
__ADS_1
Tak jauh dari situ ada gundukan bukit dengan pohon beringin besar. Serta terdengar suara musik.
Yang tak berapa jauh di temukan bentukan besi yang di pukul untuk mengeluarkan bunyi suara yang merdu. Bentuknya panjang dengan pipih. Ketebalannya beragam. Yang sudah terlepas semuanya. Biasanya besi-besi itu di tata berjajar, untuk mengeluarkan suara dengan kunci yang berbeda andai di pukul.
Lalu ada bentukan kuno dari uang dan gerabah. Uang-uang benrbentuk bundar, serta tengahnya berlubang. Sebuah kekunoan yang masih Nampak sebagai penggambaran akan daerah tersebut sebagai sebuah hunian, dimana sampai sekarang penduduknya masih melestarikannya. Dimana suatu saat pernah hilang hingga ditemukan lagi.
Serta umpak-umpak batu yang tengahnya berlubang. Ada yang umpak, serta ada yang buat lumpang. Bedanya dengan itu hanya terletak pada lubangnya saja. Sebagai umpak, bila bentukannya persegi. Dan lumping kalau bulat. Sebagai penggiling padi secara tradisional, dimana bentuk itu dipakai guna tempat padi yang ditumbuk menjadi beras. Dan jika lubang untuk umpak akan persegi panjang, menyesuaikan tiang saka yang akan di tanamkan padanya. Namun bisa juga bulat, andai kayu gelondongan itu dibiarkan tak membentuk persegi. Dan langsung ditanamkan begitu saja asal tepat se ukuran dengan pembuatan lubangnya. Hanya, tentu saja di bawahnya dibuat datar. Tak seperrti lumping yang mestinya membulat. Sebab dengan datarnya tempat tersebut, maka akan lebih kokoh kala berdiri suatu tiang.
__ADS_1
Mungkin juga batu kulumpang. Kalau batu ini biasanya berbentuk bulat tinggi. Dan dipakai sebagai bagian tengah sebuah pengorbanan. Mungkin telur atau darah ayam cemani yang dikorbankan di atas batunya seraya membasahinya untuk sesaji bagi para sesembahan.