Senja Muram

Senja Muram
Menggeram


__ADS_3

“Bisa juga akibat dia digigit oleh sesamanya.“


Mereka menebak seperti berbagai kisah yang selama ini beredar dan kemudian membuat demikian, sehingga dia wujudnya seperti itu. Dari berbagai kisah, yang tak hanya terjadi di situ. Tapi hampir di seluruh belahan dunia. Dengan bentukan yang sama, tetapi kisah yang melatar belakanginya yang mungkin berbeda-beda. Dimana tak ada yang mirip. Dan disesuaikan dengan kondisi daerah serta lingkup yang berkembang di sekitar daerah itu.


“Maksudmu?“


“Ya seperti yang biasa orang-orang saksikan itu. Kalau aku sih nggak pernah melihat sendiri.“

__ADS_1


“Kemudian mencari mangsa maksudmu agar kekuatannya tumbuh juga agar bisa berubah kembali menjadi manusia normal untuk menjalani kehidupannya yang jadi normal juga?“


“Begitulah jadi nanti kalau orang lain yang menjadi mangsanya itu digigit lagi dia akan jadi juga seperti yang pertama.“


“Takutnya kita yang kena karena kita berada di tempat sepi begini“ ujar si Kleo yang mulai cemas juga berada diantara hutan belantara yang lebat itu. Pohon-pohonnya besar-besar. Dan di kanan kirinya hanya semak belukar yang sulit di tembus. Hanya jalan setapak itulah yang merupakan lintasan menuju ke dalam hutan. Sebagai jalan bagi warga sekitar yang hendak mencari keperluan. Baik mencari kayu bakar, atau untuk menuju ke seberang hutan yang sengaja menjadi jalan pintas yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Atau para petani yang membuka ladangnya untuk mengambil hasil bumi diantara ladang-ladang yang sudah dibuka oleh orang-orang sebagai penggarap dengan berbagai ukuran yang dikerjakan dalam tempo tertentu. Namun mereka tak berhak memiliki. Hanya boleh mengerjakan saja. Itu juga di daerah yang berdekatan dengan pemukiman. Sehingga menjangkaunya juga masih bisa, mengelolanya juga bisa maksimal, serta membawa hasil buminya nanti kala panen juga tak terlampau sulit. Sementara daerah yang masuk ke pedalaman masih dibiarkan tetap lebat dan hanya pohon-pohon yang ditunggu panenan kayunya saja saat besar nanti, tumbuh dengan sendirinya.


“Hus, nggak bole kitu,“ kata Kleo yang semakin panik juga meskipun dia yakin kawannya punya teman itu cuma bercanda belaka. Bagaimana mungkin jadi, kalau selama ini dia bersama dan tak ada mahluk yang menggigit. Bahkan cakaran yang terkadang muncul meskipun tanpa wujud si penyerangnya juga tak nampak. Beberapa kasus memang terjadi, tiba-tiba saja langsung ada yang menyerang dengan luka di tubuh semacam goresan dengan si penyerang tak menampakkan wujudnya. Tapi dia masih yakin kalau temannya tak terkena serangan apapun. Selain siang hari yang terang juga getaran-getaran misterius tak dia rasakan. Paling kalau kena, itu Cuma kena goresan tumbuhan liar yang berduri atau tanaman beluntas yang tak sempat mengeluarkan racunnya.

__ADS_1


“Habis adanya,“ kata Antony sembari senyum-senyum yang dia yakin juga kalau si Kleo itu bukan kerudung merah yang jadi mangsa serigala.


“Serem ya jadinya.“


“Hooh.“


Mereka mulai bergidik dan membayangkan di sekitar mereka demikian sunyi dan menjadi kegelapan yang berikutnya ada.

__ADS_1


“Ya sudah, kalau begitu kita menunggu purnama depan, sampai bulan benar-benar penuh sehingga kemungkinan dia melolong dengan jernih dan memunculkan wujudnya benar-benar terwujud,“ kata Antony memutuskan hal demikian akibat rumitnya memikirkan permasalahan antara ada dan tiada itu.


__ADS_2