
Ogah
“Dicari malahan disini lu!“ ujar Claudia yang menemukan Si Antony tengah asik dengan kegiatannya.
“Hehe ngapain sih nyariin?“
“Lah gimana sih elu. dicari malah gitu!“ ujar Claudia sedikit ngambek. Sudah capek mencari, bahkan tanya sana-sini ujung-ujungnya tak dihargai kerja kerasnya demikian.
__ADS_1
“Ya sudah, kau tunggu situ saja atau pegang dan ngitung nih duit,“ ujar Antony sembari memberi segepok uang dari sakunya. Sedangkan dia meneruskan main semprit sana- semprit sini dengan hanya bermodalkan peluit demikian saja. Itu sudah bisa mendatangkan sedikit uang dikala tengah menganggur.
“Ngapain sih jadi ginian kan bahaya kalau di seruduk mobil?“ kata Claudia yang ngeri kalau kalau berdiri di tengah jalan simpang demikian bisa membahayakan diri. Dengan kendaraan yang demikian banyak. Salah-salah beberapa diantaranya kehilangan kendali. Dan bisa membuat luka. Jangankan berdiri di simpang yang ramai demikian. Orang yang pada jalurnya yang sudah benar, satu ketika juga bisa bertabrakan dengan orang yang kebetulan berada pada satu keadaan yang keliru. Sebab terjadinya satu kecelakaan pasti ada yang keliru dalam bertindak. Atau dengan kata lain, adanya aturan bukan untuk dilanggar tapi dibuat guna dihargai dan dilaksanakan bersama. Sehingga segalanya akan berjalan dengan tertib. Dan ada kalanya aturan demikian sudah kuat, namun dengan diimbangi penjagaan yang ketat juga akan meminimalkan terjadinya pelanggaran itu.
“Ini ngebantuin mereka mengatur mobil lewat,“ ujar Si Antony yang membantu anak-anak PKS yang tengah sibuk mengatur kendaraan kawan-kawannya yang masuk ke area persekolahan. Seperti biasa, mereka sudah datang pagi-pagi pada sebuah simpang ramai di jalan yang dekat dengan jalur masuk sekolah. Disitu terkadang banyak terjadi penumpukan khususnya saat menjelang masuk. Sebab jalan dipakai bersama. Baik yang mau sekolah, hendak ke kantor, atau para warga yang sengaja melintas guna menuju ke pasar serta ke sawah ladang yang kebetulan memang ada di jalur tersebut.
“Hehe lumayan banyak ya?“ ujar Antony sembari memberikan uang yang didapat dari orang-orang yang kebetulan melintas sembari memberi receh padanya. Perjalanan mereka sedikit terbantu. Sebab kalau tidak, bakal lama menunggu melintas. Juga saat ramai bahkan akan beresiko kena celaka, andai salah satunya tak hati-hati. Maklum saling memperebutkan kesempatan di hal yang sempit. Jika ada yang menyeberang, mereka mengulurkan uang ke Antony yang suka rela membantu dengan dikasih imbalan se iklas nya. Lumayan mumpung lagi santai. Untuk ini juga para pengemudi mesti sudah bersiap-siap membawa receh yang banyak di mobil andai ingin dibantu atau membantu mereka yang menyeberangkannya.
__ADS_1
“Yah payah luh! Nggak menghargai kerja,“ ujar Antony yang lagi-lagi penuh dengan pengorbanan sembari mengambil uang yang sudah dibuang orang.
Setelah jalanan agak sepi, dan lalin lancer, si antony mengajak Claudia masuk ke dalam suatu restoran murah pinggir jalan.
“Nah kan lumayan nih buat makan gratis.“
“Pakai koin receh gini?“
__ADS_1
“Ya adanya kan hasil keringat sendiri.“
Mereka hanya beli cincang dan es teh. Si pemilik warung hanya mengernyit sembari menerima uang receh yang sudah dimasukkan dalam kantung plastik sesuai dengan jumlah tertentu.