
“Ibu.“
“Ada apa Bapak?“
Pak Andrews datang mendatangi petugas yang tengah bertugas. Dengan senyum ramahnya dan menunjukkan lengannya seraya menggulung bajunya hingga atas.
“Mau suntik atas bawah.“
“Lo!“
__ADS_1
“Eh ini mau minta obat buat penanggulangan bencana yang tengah mewabah itu.”
“O. Silahkan duduk. Silahkan duduk.”
Petugas itu dengan ramah melayani orang yang minta dilayani itu dengan penuh ketelatenan dan harap memaklumi segala sesuatunya. Sebab jika tidak, orang akan takut menghadai jarum suntik yang rasanya seperti di gigit semut itu, sebelum sempat memasukkan obat ke dalam tubuh sebagi penyembuh dan anti body yang demikian bermanfaat.
“E Pak Andrews!“ Terdengar sesuatu yang sangat di hafalin nya seakan bagaikan petir di siang bolong melompong.
“iya,“ jawab pak Andrews “Yang lain sudah separuh lebih yang telah mendapatkannya. Tinggal saya yang belum.“ Terang Pak Andrews tanpa ditanya lebih lanjut.
__ADS_1
“O“ Pak Comodus hanya manggut-manggut .
“Ini sendirian saja?“ tanyanya lagi melhat tak ada siapapun yang dibonceng. Biasanya kan ada. Sekalian sebagai teman, daripada tak ada siapapun. Jadi membuat tak merasa kesepian, apalagi di tengah kerumunan orang yang sewaktu-waktu dapat mendatangkan bencana. Selain itu, jika dengan berbagai orang, maka akan ada kawan mengobrol di sepanjang perjalanan atau tengah menghadapi kesunyian diantara ramainya para pengunjung yang meminta suntik itu.
“Iya. maklum muridnya di bawa sama anak bengal itu,“ jelas Pak Andrews menjelaskan tentang murid yang tak mau ikut itu. “Anda sendiri?”
“Aku, ini dengan Si Kleo Anak dari kota yang sering kali di nakali sama anak-anak sekelasnya dan di masukkan ke comberan. Jadi saya ajak sekalian ke sini biar dapat suntik. Agar anti bodi nya kuat dan tak masalah kalau nanti dimasukkan comberan berulang kali sama si Antony CS itu,“ ujar Bapak yang baik hati itu dengan memperhatikan murid baru agar tak mendatangkan masalah dikemudian waktu. Dan dia akan dengan gampangnya menjawab andai ada pertanyaan susulan dari orang tua wali murid yang sangat berkompeten akan anak nya yang dia titipkan untuk mendapat ilmu yang bermanfaat sehingga nantinya bisa menjadi pegangan hidupnya kala menghadapi dunia yang serba keras kala mesti dapat mengatasinya sendiri tanpa ada keluarga yang sudah tak bisa membantunya. Dari dasar inilah pendidikan awal mesti diterapkan sebaik-baiknya agar masa berikutnya lebih tertata dengan perencanaan yang sudah pada gambarannya hendak dibawa kemana hubungan berkeluarga atau kariernya nanti.
“Bukannya buat kita kita dulu ya?“ kata Pak Andrews. “Mana tahu ada rekan yang nantinya akan menghadapi pembelajaran tatap muka tapi belum kena.“
__ADS_1
“Ya kan mana tahu ada yang tak mau akibat penyakit bawaannya,“ ujar Pak Comodus masih berharap. “Jadi sisa gitu. Kalau ada sisa tak dimanfaatkan kan sayang mesti dikembalikan lagi ke pusat. Apalagi harganya sangatlah mahal. Siapa tahu kan?“ ujar pak Comodus tetap mendaftarkan si Kleo agar bisa mendapatkan obat yang sesuai dengan protokol kesehatan itu. Itulah apa artinya mumpung. Selagi semua bisa di dapat dengan gratis, maka tak ada salahnya meminta semuanya itu sebanyak-banyaknya. Dan semaksimal mungkin apa yang bisa di dapat. Sehingga semua yang dia punya atau bahkan dirinya sendiri mendapatkan hal tersebut.