Senja Muram

Senja Muram
Ber uang


__ADS_3

“Disini yah dia nampak.“ Si Antony menunjuk sebuah lokasi dan Kleo, berdasar kisah yang berkembang hanya bisa mengiyakan saja apa yang dikatakan itu. Memang ditempat tersebut sudah beredar luas kabar yang mengatakan orang-orang sempat melihat mahluk tadi. Sehingga penelusuran dimulai dari tempat ini.


“Yah sini nih. Dia nampak disana. Kemudian menghilang.“


Mereka menelusur daerah-daerah dimana cerita-cerita itu berkembang serta dimana posisi mahluk tersebut lenyap. Dari awal. Sedikit demi sedikit. Meneliti siapa tahu akan langsung terkuak dari titik misteri tadi, tanpa mesti menjelajah keseluruhan hutan. Selain memangkas waktu, mungkin bisa juga langsung tanpa merunut trap demi trap potongan kisah dari berbagai pengalaman orang yang pernah menjumpai hal mistis demikian. Itu andai misteri tersebut benar-benar berhubungan dengan mahluk astral. Yang semuanya tak bisa dijelaskan dengan logika apapun.


“Wah dia lenyap di tikungan itu.“

__ADS_1


Pada ujung tatapan mereka yang ada hanya rerumputan ilalang dengan pepohonan liar yang besar-besar. Nampak menyeramkan dan begitu misterius. Disaat seperti ini saja sudah mencekam. Apalagi kalau malam dan suasana pekat, maka akan lebih nampak menyeramkan. Dan suasana seperti itulah biasanya si mahluk menampakkan diri.


“Kali dia beruang,“ ujar Antony menebak kalau-kalau mahluk yang mereka curigai tersebut merupakan binatang yang tak asing di kebun binatang banyak di hutan luar negeri juga banyak. Namun tidak di daerah tersebut.


“Bisa gitu...“ ujar Kleo yang tak mengira kalau temannya justru berpendapat bahwa binatang kayak gitu yang jadi misteri. Mengingat sejauh ini sama sekali tak ada yang melihat habitatnya. Kalaupun demikian, bisa saja dia merupakan salah satu yang disebutkan tadi, yang lepas dari suatu penangkaran, atau dari sebuah pengangkutan di salah satu tempat membawanya, kemudian dia bertahan hidup dalam lokasi demikian. Hingga pada suatu waktu keberadaannya kepergok oleh orang-orang yang sekali dua kali melintas di tempat itu. Dimana meskipun daerah itu hutan, tetapi hampir setiap sudut lokasinya sudah dijelajah semua. Bahkan tidak jarang para peladang malahan menginap di gubug tengah hutan itu. Hanya sekedar menunggu tanamannya supaya aman. Dengan kondisi demikian, membuat kalau itu binatang akan kelihatan oleh orang-orang tersebut. Namun jika berombongan, maka dia akan menyingkir sebab keberadaan banyak orang akan semakin mudah di deteksi tersebut.


“Beruang sini adanya beruang madu dan tak setinggi manusia kalau berdiri. Lagipula warnanya hitam mencolok jadi kelihatannya sangat mudah mengidentifkasi binatang tadi.“

__ADS_1


“Mungkin griszly.“


“Ya nggak.“


“Jenis ini memang lebih mirip apa yang dicirikan tersebut. Selain tinggi, kebiasaan berdiri dengan dua kaki, mengingatkan langsung dengan manusia. “


“Sulit ya kelihatannya untuk bertahan hidup. Dia terbiasa di kutub atau daerah yang berhawa dingin,“ ujar Antony yang sama sekali tak terdengar binatang itu mampu bertahan di daerah liar hutan tropis begini. Mencari makannya jelas kesulitan, karena ikan-ikan sini berbeda dengan salmon kutub yang ada setiap saat meskipun kebanyakan pada musim tertentu. Disini ikan paling yang kecil-kecil. Juga ketebalan bulunya sungguh sangat menyiksa kalau binatang tersebut berada di suasana yang demikian panas. Dia akan selalu merasa kegerahan. Dimana air yang sanggup mendinginkan tubuhnya, kalaupun ada, tak bakalan cukup bisa mengatasinya.

__ADS_1


__ADS_2