Senja Muram

Senja Muram
Kepala


__ADS_3

“Mengerikan ini,“ ujar Claudia yang sedari awal sudah ngeri, ini ditambah lagi dengan suasana yang bertambah mencekam dan membuat bulu kuduk tambah meremang. Dari awal sudah tak nyaman. Bertambah saja masalah. Serta data yang ditemukan semakin ruwet. Sehingga benang merahnya semakin tak jelas. Makanya keinginan untuk segera menjauh semakin tak terkendali. Hanya saja tak bisa kala itu. Karena mesti mendapat teman. Temannya hanya si Ant dan De La Cruz itu. Yang keduanya juga menunggu sampai ada yang berhasil mengetahui keberadaan si mahluk pembunuh itu.


“Benar kan berarti dia dimakan hantu buaya itu,“ kata Claudia lagi dengan menggabungkan berbagai cerita mengerikan yang terjadi sebelum ini, ditambah dengan pengalamannya melihat mahluk aneh. Sementara kali ini tak nampak batang hidung monyongnya itu, membuat pikiran ke arah sana semakin kuat. Tidak salah lagi, itu yang menyebabkan semuanya. Itu yang dia pikirkan. Bahkan berbagai catatan yang semestinya menjadi data untuk menyimpulkan semua yang terjadi, tak sempat dia tulis. Dan akan dikerjakan nanti. Sebab kalau tidak, akan kesulitan bagi sahabatnya untuk merangkai ulang. Bahkan kalau diperlukan, akan mengulang dari awal lagi. Dan itu semakin memperumit keadaan, yang berlarut serta memakan banyak waktu dan biaya.


“Kepalanya sampai hilang.“

__ADS_1


“Jangan-jangan kepala itu dimakan dan diseret masuk ke dalam sungai serta di bawa ke dunianya yang semakin menyeramkan saja.“


“Namanya juga desa algojo. Maka bisa jadi hilang kepala nya itu digigit atau dipancung sama si mahluk mengerikan hingga jadi demikian.“


“Semakin banyak masalah ya?“

__ADS_1


“Itulah makanya, ini menjadi persoalan yang mesti segera kita pecahkan, semudah memecahkan gelas-gelas kaca. Agar tidak terjadi banyak hal-hal yang semakin menambah pusing. Kalau tidak bisa-bisa kepala kita yang berikutnya bakalan mereka ambil,“ kata Claudia semakin takut saja pada yang tidak tampak itu. Yang tampak saja sudah terasa menyeramkan. Apalagi kali ini para mahluk tersebut tak kelihatan. Hanya si moncong panjang dulu itu saja yang justru membuat kengerian luar biasa sehingga mesti melarikan diri, agar selamat dunia akhirat, kalau-kalau dia berikutnya mengejar sehingga ketakutannya menjadi tak hilang.


“Mereka?“


“Ya kali banyak,“ ujar Claudia yang menduga, mungkin saja mahluk itu lebih dari satu sehingga korban yang ditimbulkan nya demikian banyak yang terus muncul.

__ADS_1


“Sudahlah. Kita mesti mencari lebih banyak bukti dan fakta, agar data yang sudah kita peroleh semakin lengkap untuk menguak tabir misterinya,“ kata Antony.


“Kemana lagi kalau begini kita mesti mencari data tambahan. Semua tempat yang berhubungan dengan hal ini sudah kita jelajahi dan hanya menambah ruwet persoalan saja.“


__ADS_2