Senja Muram

Senja Muram
Mimpi 1


__ADS_3

Perjalanan yang melelahkan.


Pada sebuah desa sunyi di tengah hutan.

__ADS_1


Aku melintas sebuah sungai kecil bawah bukit yang membelah hutan. Sungai aneh.


Dengan air gemerincik. Yang tak putus-putusnya. Serta tak mongering sepenjang tahun. Walau kemarau panjang datang menerjang. Tapi karena daerah itu termasuk tempat yang rimbun, dengan pepohonan yang masih banyak, membuat resapan air masih sangat kuat hingga musim hujan tiba. Serta kebutuhan akan air masih dalam kondisi normal bagi enduduk yang tak seberapa banyak, serta tanaman dan heean hutan yang juga masih cukup kebutuhannya. Dan itu masih sanggup untuk bisa dilakukan berhari-hari sepanjang waktu dengan kondisi kebutuhan tadi masih bisa tertangani. Kemudian menjadikannya suatu hal yang sangat bermanfaat untuk kebutuhan lain selain yang pokok tadi. Sebagai penumbuh akan tanaman baru yang ditanami serentak, lalu berikutnya menjadikannya sebuah perputaran kebutuhan yang pada awalnya diperuntukkan supaya benih tumbuh, tapi berikutnya bisa mentimpan cadangannya sembari menjga di dalam tanah sekitar tumbuhan tadi. Sehingga untuk beberapa tanaman itu, akan bisa menampung cadangan air yang begitu banyak di kemudian nya.

__ADS_1


Padanya ada semacam pancuran yang keluar dari bebatuan kali itu. Dari alami. Pancuran seperti in memang sering kali ditemukan. Jadi airnya seakan memancur begitu saja dari dalam batu. Padahal batu itu sangat keras. Dan secara logika, air itu menelusup dari sela bebatuan tadi yang bagian dalamnya sudah berongga. Mungkin oleh bentusar alam, atau justru terbuat dengan sendirinya kala masih dalam proses pendinginan setelah keluar dari sebuah gunung, lalu retakan itu masih tetap ada. Sehingga saat air mengairinya yang ada di posisi sebelah atas, maka akan menekan air tersebut hingga memancur kuluar daru ujung rongga di seberangnya. Itulah akhirnya menjadi sebuah pemandangan aneh yang demikian menarik. Makanya terkadang ada yang sengaja membuat lubang pada batu yang bagus, untuk kemudian mengalirkan airnya dari bagian atas dan menembus hingga ke bawahnya.


Namun sejuk sekali rasanya. Menyentuh sisi-sisi telapak kaki yang hanya beralas sekedarnya. Maklumlah air pegunungan yang masih alami. Sungai ini tentu saja menjadi kegunaan bagi para penduduk di tengah hutan yang sunyi itu. Dan menjadikannya sebagai kebutuhan untuk berbagai keperluan.

__ADS_1


Rumah-rumah disini sangat aneh. Hanya beberapa saja. Didepannya jalan dari tanah. Atapnya dari genting tanah juga. Yang membentuk dua rangkaian dari bambu membentuk semacam segitiga. Dan dindingnya dari anyaman bamboo, kepang. Dengan bagian depan hanya satu pintu dari kayu, yang menutupi rongga berbentuk segi empat. Tanpa jendela di depan rumah tersebut. Dan sampingnya juga ditutup dengan gedeg, anyaman bambu. Terus hingga di bagian belakang.


Terus berjalan mendaki sebuah undakan dari batu yang menuju ke atas sebuah bukit.

__ADS_1


__ADS_2