Senja Muram

Senja Muram
Basah pun menyebalkan


__ADS_3

“Sekarang bersihin WC!“ ujar anak-anak 12 yang sok-sok kasih perintah mumpung anak baru itu belum menangis maka akan sampai nangis.


“Kemarin kan sudah capek,“ protesnya yang masih merasa capek, mana mesti lari sendiri melingkari lapangan parkir yang demikian luas itu. Kalau banyak sih lebih enakan. Jadi rasa capeknya seakan merata. La ini sendiri sembari di sorak mereka dan dibilang yang enggak-enggak. Itu yang membuatnya tambah kesal.


“Lagi dong. Kan kemarin belum nangis.“


“Kalau kali ini nangis?“


“Ya besok lagi lah, sampai nangis batin. Akan satu minggu dalam kamu pengenalan lingkungan kampus kami tercinta ini, paham!“ ujar mereka memaksa. Yang intinya agar si anak baru sama seperti mereka dulu diperlakukan demikian. Meskipun beberapa pihak sudah berusaha memutus mata rantai hal demikian, tapi tetap saja ada anak-anak yang suka berbuat semau sendiri.

__ADS_1


“Aku aduin ke guru killer itu kalian ya!“ ujar Si Kleo yang merasa tak dihargai sama teman-teman sendiri di sekolah baru ini. Nanti pak guru yang baik hati itu, asti mau memberinya perlindungan dan kesejahteraan padanya. Maklum anak yang teraniaya kan akan di bela beliau.


“Yah yah... Ngancam,“ ujar anak-anak itu. “awas ya. Kalau berani berbuat demikian maka akan bakalan lebih ketat dalam memperlakukan lu nantinya.“


“Payah kalian!“ kata Kleo yang hanya bisa mencibir mana mereka kompak lagi. Kalau pas ada guru pura-pura baik, kalau nggak ada baru pura-pura nggak baik.


“Makanya segera!“ ujar Scopio ML yang tak ingin perintahnya di abaikan demikian saja makanya perlu segera dilaksanakan oleh si anak itu. Sangat lama dan banyak alasan anak itu. Itu yang membuat dia geram. Dan bakalan terus dibentak-bentak nanti kalau tak mau mengerjakannya. Jika langsung bersedia baru dia tak mengeluarkan kata-kata kerasnya. Tapi seperti biasa semua tentu akan susah kalau mesti mendapat sesuatu yang tak disukainya. Belum lagi kalau sudah ada keberanian dalam menentang, maka akan semakin susah dia melakukan hal sepele itu. Akan lebih asik jika berdiri sendiri dan melakukan apa yang jadi kehendaknya, untuk berikutnya lebih suka main game yang sesuai dengan karakter pilihannya. Tentu yang hebat dan jagoan.


Mulai dia menjalani perploncoan itu dengan sangat pelan. Namun dibentak-bentak rekannya.

__ADS_1


Kala ada guru yang mempertanyakan kejadian itu, dibilangnya lagi mengusir tikus.


Dan mulai kembali saat sepi.


Setelah selesai lalu disiram sambil ngoceh yang enggak-enggak sampai tempat tersebut benar-benar bersih dan jauh dari kesan kumuh. Sekalian membantu si tukang kebun agar tak terlampau berat dalam membersihkannya kembali. Maklum tempat sekolah yang super luas jika mesti dirampungkan seorang diri. Dan itu mesti rutin dikerjakan setiap waktunya. Sehingga pekerjaan ringan demikian akan menjadi sangat melelahkan.


“Lalu disiram, basah lo!“


“Selamat ulang tahun!“ teriak mereka sembari tertawa beramai-ramai dan melarikan diri ke balik dinding gedung itu.

__ADS_1


“Apaan sih kalian!“ si Kleo mangkel banget. Mana mesti mencuci lagi. Ini kan belum lama di pakai dan warnanya masih sangat indah. Malahan di basahin. Belum lagi harga air mahal. Dan cuaca masih tak menentu. Terkadang redup, terkadang gelap. Dan itu membuat pakaian tak kering-kering.


__ADS_2