Senja Muram

Senja Muram
Rumah desa


__ADS_3

Sampailah mereka di muka rumah yang dituju.


“Terus bagaimana ini?“


Claudia masih bingung. Dia tak paham apa yang menjadi rencana temannya ini. Tapi dia tak mau turun. Masih nangkring saja di sadel belakang motor Antony.


“Ya, kita mesti kesana. Melihat sesuatu yang belum kita ketahui. Ingat satu kekeliruan sedikit yang ditinggalkan bisa jadi itu justru yang jadi titik temunya.“


“Sudah kalau begitu.“


“Rumahnya sepi. Barangkali orang-orangnya tengah menyembunyikan barang bukti. Sehingga kita akan kesulitan mencari pemecahan masalahnya nanti,“ ujar Claudia menduga-duga berdasarkan apa yang kali ini dia lihat dan rasakan sebagai suatu keanehan dimana apa yang tengah mereka cari sudah terlihat ada suatu penghalang. Hal ini juga yang mungkin akan semakin mempersulit keadaan. Jadi mereka akan lama menyibaknya, dan tak bisa hanya satu hari atau bahkan dua jam untuk menuntaskan kasus yang demikian saja.

__ADS_1


Mereka tiba di suatu rumah yang sangat sesuai dengan gambaran yang diberikan oleh kawannya disana itu. Memang disini. Tanpa perlu bertanya pada orang sudah ketahuan. Sebab akan memakan waktu kalau mesti melakukan itu. Dengan tiap meter mesti bertanya, atau tiap jengkal mesti menyapa, akan butuh banyak tempo yang tidak sesingkat-singkat nya. Itu yang mereka sedikit hindari. Dan sebisa mungkin mempelajari denah yang diberikan. Dan kenyataannya sudah sangat jelas apa yang dipaparkan oleh De La Cruz.


“Mana Si Jupiter De La Cruz?“


Mereka celingak-celinguk mana tahu ada yang menjemput di depan gapura rumah itu luas. Sangat mengherankan kalau teman yang sudah dimintai bantuan, tak disambut dengan meriah. Bahkan terkesan mendiamkan saja.


Sejauh pandangan mereka hanya nampak halaman rumah nya saja dan orang yang dicari tetap tak nampak. Atau belum sampai. Karena jaraknya juga sama dengan tempat tinggal mereka. Dan dia tak selamanya ada di daerah tersebut. Bisa jadi dia tengah dalam perjalanan. Meskipun ini perkiraan terkecil. Sebab dia yang memberi tahu akan lokasi ini. Tentunya dia juga tengah paham kalau mesti menuju ke sini juga. Hanya persoalan kecil yang membuat dia tak sampai, itu yang barangkali tengah dialami, andai benar dia belum ada disitu.


“Kejadiannya kan di rumah musuhnya ya?“ ujar Claudia. “Kalau demikian disini tak ada yang mesti di lihat maupun diselidiki.“


Rumah musuh alias pacar gelapnya yang dianggap sebagai cinta segitiga oleh orang-orang sekitar yang sudah bukan menjadi rahasia lagi.

__ADS_1


“Iyalah di kamarnya itu sang istri tewas dan suaminya terikat di kamarnya. Itu yang membuat kakaknya di tuduh makanya dia khawatir.“


“Kita langsung ke sana kalau begitu.“


Mereka berencana hendak menuju rumah sang suami istri yang tengah dilanda musibah tersebut.


“Capek tapi aku.“


Perjalanan sebelum ini yang lumayan memakan waktu dan jarak membuat mereka mesti istirahat dulu barang sejenak.


“Kita di sini dulu, istirahat.“ Akhirnya Antony berkata demikian. “Mana lagi orangnya, kok tak nampak sih,“ ucapnya lagi masih berusaha mencari temannya. “Perlu di klakson berulang kali, kali dia ya?“

__ADS_1


“Coba saja.“


__ADS_2