
Kleo jualan terus. Lagi laris dia.
Kali ini membantu menjual yang mie nya putih. Keriting. Sebuah makanan cepat saji yang begitu laris. Walau tak hanya kalangan bawah. Tapi dengan beberapa variasi yang diganti untuk mengganti yang asli nya. Maka makanan itu begitu menjamur, dan ada juga yang dicampur jamur. Juga sangat laris di masyarakat. Mulai dari pelosok desa, sampai ke ujung desa, makanan demikian ada. Kalau sampai ada yang tutup, maka dengan segera pulih kembali penjual yang demikian itu. Dengan alasan, modal yang sudah ketahuan, maka keuntungan yang diperoleh juga sebisa mungkin mengimbangi modal yang keluar. Dan dengan dagangan demikian yang sudah pasti, akan mudah memprediksi hasil yang berikutnya akan didapat. Tinggal meningkatkan saja, maka akan bisa untuk hidup. Dan itu sudah berjalan buat segala daerah, yang bisa menerima makanan demikian.
“Beli.“
“Ya tunggu.“ Kleo sekarang tinggal memanaskan saja. Tak perlu memasak dari awal. Sebab, mie sudah ada. Ayamnya sudah dibikin semalam sama orang rumah. Dan ditinggal tidur santai saja untuk esok sekolah dan selebihnya membantu. Terus masalah kerupuk pangsit yang khusus itu sudah merupakan buatan pabrik yang sudah matang untuk kemudian tinggal mengantongi dalam wadah plastik atau sebagian besar ditaruh pada blek, tempat seperti kotak berwujud kubus, yang sebagian atau seluruhnya dari kaca transparan. Lalu tinggal meraciknya dan sudah beres. Tinggal memasarkannya seberapa laku benda tersebut untuk memperoleh laba semaksimal mungkin. Karena namanya jualan, terkadang tak laku, atau laku tapi tanpa untung. Bahkan cuaca juga berpengaruh. Pada saat hujan deras, maka banyak orang yang sangat membutuhkan mie untuk penghangat badan. Namun beberapa kasus membuat orang-orang enggan keluar rumah. Lebih baik berdiam diri dalam rumah untuk merebus mie sendiri. Dan itu membuat tingkat kelakuannya tak bagus.
__ADS_1
“Yang murah saja.“
“Oke.“
“Kerupuknya diatas dong.“ Pembeli meminta. Dia mengharap agar isinya banyak. Kalau kerupuk yang lumayan keras dan belum tentu hancur andai cuma disiram kuah, apalagi ketambahan mie, maka akan terlihat penuh, walau kalau dibalik, maka akan banyak terlihat ruang dalam tempat tersebut yang masih bisa diisi. Kerupuknya itu beda. Kalau biasanya kerupuk akan melempem andai kena air, walau dingin juga. Apalagi yang panas, semakin cepat kerupuk itu menjadi bahan gepeng dan layu. Meskipun begitu kalau tak punya gigi, atau jika giginya sakit dan menjelang tanggal maka kerupuk melempem dan mudah di telan tentu menjadi pilihan paling tepat.
“Wah payah.“
__ADS_1
“Lumayan kan. Sama - sama penuh.“
“Iya tapi…“
“Mau tak?“
“Gue tunggu.“
__ADS_1
Mau bagaimana lagi. Adanya itu. Dan ini menjadi sajian yang lumayan. Sama-sama memenuhi mangkuk saji. Tapi tentu ada bedanya jadi.