Senja Muram

Senja Muram
Semongko


__ADS_3

“Yuk bikin makanan,“ ujar Claudia daripada suntuk.


“Boleh.“


“Mau apa ya?“


“Buah atau apa kan enak.“


Mereka jalan-jalan ke warung.kios-kios yang banyak di tepi jalan. Maklum musim begini lagi banyak-banyaknya kios menjajakan buah. Tak hanya jenis semangka, nanas, mangga juga durian banyak di jual. Tergantung musim juga. Sebab kalau tengah tidak musim, maka buah-buah tersebut akan sangat mahal. Terutama untuk ukuran orang situ. Juga dengan demikian, petani buah tak perlu jauh-jauh menjajakan hasil buminya ke tempat jauh, karena sudah laku di kios tersebut. Walau selisih seratus dua ratus, tentu akan memilih di tempat dekat supaya membantu agar rejekinya lancer juga.


“Ini enak.“


“Hooh…“

__ADS_1


“Semongko.“ Akhirnya Claudia mau membuat masakan dari bahan itu. Nanti bisa dinikmati bersama dengan puas dan murah meriah karena buatan sendiri. Kalau beli, selain mahal, juga sedikit mengurangi kreatifitas dimana mereka mampu melakukannya, tapi harus bergantung pada orang lain yang memang profesinya demikian. Maka sedikit kebisaan itu akan digunakan demi menyalurkan hobi dan mempraktekkan bahwa semua tak sekedar menikmati, tapi juga berbuat dengan kemampuannya tadi.


“Nah gitu.“


“Asik nih.“


Mereka melihat-lihat. Ada yang merah, ada yang kuning. Sangat banyak. Murah-murah lagi. Hanya lima ribu saja.


“Kenapa hanya beli seperempat?“ tanya Claudia heran. Disaat masih banyak buah-buah yang besar dan kecil yang masih bulat-bulat seperti bola. Itu semua boleh di beli. Namun hanya yang terlihat beda begitu yang di pilih nya.


“Iyalah, jelas gitu merah. Di pisah di plastik itu.“ Untuk memudahkan membeli agar para pengunjung tak penasaran isinya, maka beberapa buah sengaja di buka. Atau kalau pengunjung menghendaki hanya separuh saja, maka langsung diambilkan itu. Sisanya di tutup plastik, sehingga tak kotor. Meski begitu kalau hanya separuh juga beratnya sama dengan yang utuh namun kecil. Karena buah demikian kalau yang besar bisa menjangkau lima hingga enam kilo. Jika di kalikan lima maka sudah lumayan harganya. Dan jika tidak laku, maka hanya busuk saja dan si penjual rugi besar. Untuk itulah terkadang di jual murah supaya cepat laku. Namun andai kebutuhannya meningkat, maka buah itu di jual semakin mahal saja. Apalagi ada jenis yang bagus, misal yang tanpa biji, maka akan lebih mahal lagi. Meskipun rasa manisnya sama.


“Aku lagi nggak ada duit uang sakuku habis.“

__ADS_1


“O begitu. Ya sudah nih hanya pakai susu saja.“


Semangka yang hanya seperempat bagian dari buah namun di bungkus plastik dengan kuat guna menghindari kebusukan dan tak di hinggapi lalat. Lalu di kerok memakai pisau. Seadanya. Pisau khusus tak punya. Itu sudah cukup. Kemudian di potong dadu. Hingga hanya bagian putihnya saja yang menempel dengan kulit kerasnya. Barulah di beri tambahan sirup pemanis. Serta susu kental manis satu saccet doang. Untuk menambah rasa di beri de coco. Lumayan ada kenyal-kenyal yang berbeda.


“Di kasih es.“


“Enak kan.“


Barulah di taruh ke gelas besar. Cukup untuk dua gelas itu.


“Kenyang juga.“


“Dimakan sama mentol goreng.“ Mereka menggorengnya sedikit. Habis dapat paketan dari saudara jauh. Lalu di jemur dulu agar lebih kering, dan airnya banyak menguap. Barulah di goring dengan beberapa tambahan bumbu, agar berasa.

__ADS_1


“Asik nih. “


Dimakan hanya berdua.


__ADS_2